Suara.com - Bisnis Pertashop kini makin dilirik warga. Selain modal kecil, ritel penjualan produk Pertamina ini juga dianggap tepat sasaran karena menyasar lokasi di desa atau di kota yang membutuhkan lebih banyak pelayanan produk ritel.
Untuk informasi, Pertashop adalah outlet penjualan berskala tertentu yang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya.
Modal buka Pertashop setidaknya butuh Rp250 juta dengan keuntungan Rp850 per liter. Dalam sehari, Pertamina menargetkan penjualan sebanyak 400 liter.
Dengan hitungan tersebut, maka keuntungan yang anda peroleh dalam sehari setidaknya Rp340.000 atau Rp10,2 juta per bulan.
Menurut Dirut PT Pertamina Retail, Iin Febrian, mitra Pertamina akan balik modal di tahun ke 4-5 saat buka usaha Pertashop dengan target itu.
“Kita menargetkan minimun omset yang kita persyaratkan adalah 400 liter. Dengan asumsi modal yang telah kita keluarkan, kemudian margin yang didapatkan sebesar Rp850 per liter. Kita perhitungkan keekonomiannya akan balik modal 4-5 tahun. Ini adalah bentuk keberpihakan kita untuk betul-betul membangun Pertashop ini dan timbulnya pengsaha baru,” jelas Iin Febrian, dikutip dari Pertaminaretail.com via Solopos.com --jaringan Suara.com.
Dengan perkiraan balik modal selama lima tahun, anda wajib memenuhi syarat untuk membuka usaha Pertashop.
– WNI yang memiliki izin usaha (UD, Koperasi, CV, PT atau badan usaha lainnya).
– Memiliki kelengkapan administrasi yang masih berlaku (KTP, NPWP, akta pendirian perusahaan).
Baca Juga: Honda ADV150 Jadi Skutik Resmi Sirkuit Mandalika
– Memiliki atau menguasai lahan yang akan didirikan Pertashop.
– Mendapatkan rekomendasi dari kepala desa Modal sesuai dengan tipe Pertashop yang diajukan.
– Selain dengan modal sendiri, membuka Pertashop juga bisa menggunakan pendanaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Berita Terkait
-
Kolaborasi dengan Kemenhub, Pertamina Bagikan 500 Paket Sembako dalam Vaksinasi di Bantul
-
Jelang WSBK, Pertamina Tingkatkan Brand Image Produknya di Seantero Lombok
-
Dua Bulan Kelola WK Rokan, PHR Berikan Kontribusi ke Negara Rp 2,7 Triliun
-
5 Ide Usaha Rumahan yang Lagi Tren, Dapat Cuan Tanpa Perlu ke Kantor
-
32 Lowongan Pekerjaan di Recruitment Pertamina, Berikut Info Selengkapnya!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kembalikan Uang Keuntungan Rp5,1 Miliar, Pengakuan Saksi di Sidang Korupsi Chromebook: Saya Takut
-
Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
Terkini
-
Purbaya Sebut Prabowo Tak Cawe-cawe soal Calon Ketua OJK
-
Diultimatum Prabowo, Purbaya Bongkar Kenapa Bali Jadi Kotor dan Penuh Sampah
-
OJK Siap Koreksi Target IPO Usai Free Float Naik 15 Persen
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
Harga Bitcoin Sulit Bangkit dan Terkapar di Level USD 70.000, Efek Epstein Files?
-
Emiten BUMI Bangkit Kembali Setelah ARB, Siapa yang Borong Sahamnya?
-
Purbaya Sebut Proyek 'Olah Sampah' Prabowo Rp 58 Triliun Sebagian Dibiayai APBN
-
IHSG Akhirnya Menguat 1,57% di Sesi I, Saham-saham Ini Bisa Dipantau
-
Profil PT Joyo Agung Permata, Entitas di Balik Delisting HITS Milik Tommy Soeharto
-
Optimalkan Air Bersih untuk investasi dan Perawatan Aset Jangka Panjang