Bisnis / Makro
Kamis, 11 November 2021 | 14:56 WIB
Ilustrasi telepon seluler pintar sedang digenggam pemiliknya (Shutterstock).

Suara.com - Masyarakat harus lebih hati-hati sebelum menerima penawaran investasi atau pinjaman online yang dikirimkan melalui WA dan SMS.

Selain itu juga jangan pernah memberikan akses ke data kontak telepon karena bisa dipakai untuk meneror.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing memastikan aktivitas penawaran melalui WA atau SMS ilegal.

"Kami minta masyarakat cek dulu jangan langsung ada SMS. Kami pastikan semua SMS, WA atau pesan pribadi yang tawarkan pinjaman online itu ilegal, oleh karena itu masyarakat hati-hati," ujar Tongam dalam Bulan Fintech Nasional, Kamis (11/11/2021).

Masyarakat harus memastikan informasi yang mengatasnamakan lembaga pinjol ilegal ataut idak.

Masyarakat juga perlu menilai terlebih dahulu penawaran dari lembaga pinjol. Jika bunga dan jangka waktu yang diberikan tidak wajar, masyarakat harus menjauhi.

"Masyarakat kita sudah punya smartphone, makanya cek dulu legalitasnya, karena pada saat mereka akses pinjol ilegal, disitulah masalah terjadi. Bunga tinggi dan jangka waktu rendah, dan ada teror intimidasi di sana," kata dia.

Masyarakat juga jangan memberikan akses ke kontak telepon dalam smartphone. Itu merupakan salah satu ciri-ciri pinjol ilegal.

"Cek legalitasnya, ini penting agar tidak jadi korban. Pengalaman kita selama ini banyak korban, karena ciri utama pinjol ilegal, selalu meminta data kontak HP untuk bisa diakses, ini malapetakanya," kata dia.

"Kekuatan pinjol ilegal ini data kontak HP, dia punya data kontak HP seluruh HP kita. Sehingga teror mereka, oleh karena itu kalau ada aplikasi yang meminta untuk akses izinkan phonboom itu ilegal, jangan dilayani."

Baca Juga: OJK Siap Bawa Pinjol Ilegal ke Ranah Hukum

Load More