Suara.com - Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang sangat penting dan menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Hal ini disebabkan karena sarana untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat pun dirasa masih sangat terbatas.
Misalnya, sarana air minum dan sanitasi untuk masyarakat. Di sebagian daerah di Indonesia masih banyak ditemukan masyarakat yang menggunakan air tidak layak guna sebagai sarana air minum.
Berbagai penelitian, termasuk dari United Nations Children's Fun (Unicef), kualitas air minum dan sanitasi yang rendah menjadi sumber berkembangnya penyakit. Secara umum penyakit yang berhubungan dengan air) adalah diare, kolera, tipus, penyakit kulit, dan penyakit yang disebabkan cacing parasit.
Di luar itu, masalah lain yang pernah diingatkan Prof. Nila Anfasa Muluk adalah efek jangka panjang untuk kesehatan ibu hamil. Air yang dikonsumsi yang tidak memenuhi standar kelayakan akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan janin dan kesehatan ibu pun terancam.
Salah satu penyebab tingginya angka kematian pada ibu adalah karena kurangnya air bersih dan sanitasi yang buruk. Seorang ibu yang mengkonsumsi air yang tidak bersih, akan lebih mudah sakit, perkembangan janin terganggu, dan risiko terburuknya adalah meninggal saat melahirkan. Jika pun ibu selamat dan anaknya lahir, anak itu pun akan rentan sakit, sehingga dapat berakibat stunting.
Berangkat dari hal tersebut, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (Pamsimas) diprioritaskan untuk masyarakat di desa-desa yang memiliki angka stunting tinggi.
Tekan Angka Diare
Di Malinau, misalnya, kehadiran Pamsimas turut berkontribusi terhadap pengurangan stunting. Pelibatan multisektor dalam penanganan stunting telah membuahkan hasil dengan menjadi Juara I se-Kalimantan Utara dalam aksi pencegahan stunting.
Kemudian, berdasarkan penelitian pada 2002 di Desa Ambearjo dan Desa Klampok, Kabupaten Malang, Jawa Timur menunjukkan adanya korelasi antara sarana air bersih dan sanitasi terhadap peningkatan derajat kesehatan. Hasilnya, terdapat penurunan angka kejadian diare pada balita setelah pembangunan sarana air bersih dan sanitasi lingkungan.
Baca Juga: Program Pamsimas Mampu Lahirkan Perempuan-perempuan Hebat
Di Klampok yang belum terbangun sarana air bersih dan sanitasi, terdapat 28 kejadian diare, sedangkan di Jambearjo yang sudah terbangun sarana air bersih dan sanitasi terdapat 13 kasus diare. Penurunan kejadian diare pada balita dikarenakan tersedianya air bersih, sarana untuk membuang air besar, perilaku mencuci tangan setelah buang air besar, mencuci tangan setelah membersihkan balita buang air besar, buang tinja bayi, membuang sampah dan pengetahuan kesehatan lingkungan. Sebagian besar dari semua itu terkait Pamsimas.
Di Desa Marana, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala juga menunjukkan bahwa Pamsimas meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat dengan menggunakan air bersih. Sejak itu pula penyakit diare dan malaria serta penyakit kulit (gatal-gatal) menurun drastis.
Qurrotu' Ainy, ST, M.Eng.
PPK Pembinaan Manajemen II
Satker Direktorat Air Minum
Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Berita Terkait
-
KLHK Minta Produsen Air Minum dalam Kemasan Hentikan Kampanye Negatif
-
Pakar Minta BPOM Fair Soal Pelabelan Lolos Batas Uji Aman Pada Kemasan
-
DKI Targetkan 2.000 Rumah Warga Dapat Revitalisasi Tangki Septik Tahun Ini
-
Ditemukan di Banyak Kemasan Air Minum, Mungkinkah Bisa Bebas dari Mikroplastik?
-
Ingin Air Minum Tetap Sehat Dan Berkualitas, Perhatikan Hal Ini Saat PIlih Dispenser
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju