Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan peran kerjasama multilateral dalam transparansi dan pertukaran informasi perpajakan untuk mendukung pemulihan yang adil dan inklusif harus terus ditingkatkan.
Hal tersebut sejalan dengan semangat yang diusung dalam Presidensi G20 Indonesia “Recover Together, Recover Stronger.”
“Kita semua menyadari bahwa Covid-19 telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian, yang juga berdampak pada anggaran pemerintah, terutama belanja yang meningkat, sementara pendapatan mengalami kontraksi. Transparansi perpajakan akan membantu memastikan ketahanan mobilisasi pendapatan domestik selama periode pemulihan ini, terutama ketika kita menghadapi banyak aktivitas ilegal karena harga komoditas yang tinggi secara global,” ujar Sri Mulyani dalam 2021 Plenary Meeting of the Global Forum on Transparency and Exchange of Information for Tax Purposes, ditulis Kamis (18/11/2021).
Sri Mulyani menjelaskan Presidensi G20 mendatang akan membahas lebih detail mengenai inisiatif dari regional, seperti aliran keuangan ilegal dan penghindaran pajak.
Sri Mulyani menilai hal-hal tersebut sangat terkait dengan tugas Kementerian Keuangan, terutama ketika berhadapan dengan mobilisasi sumber daya dalam negeri.
“Ini akan menjadi harapan kami untuk mengatasi masalah ini di G20 sehingga kami mengangkat masalah ini menjadi masalah global. Tentu saja peningkatan kapasitas dan kerjasama dalam kerangka hukum dapat dan harus dibangun. Di Indonesia, saya juga harus berinvestasi pada sistem IT, sistem Coretax, serta reformasi administrasi,” kata Sri Mulyani.
Untuk mencapai tujuan transparansi pajak inklusif, Sri Mulyani menyambut baik Asia Initiative yang akan diluncurkan Secretariat of Global Forum. Inisiatif regional ini akan meningkatkan kapasitas negara anggota untuk dapat terlibat aktif dalam transparansi pajak.
“Ini adalah inisiatif regional yang akan menyediakan dan mempromosikan, serta memajukan transparansi pajak di kawasan Asia. Bagi Indonesia, ini juga akan menciptakan dukungan yang lebih kuat untuk reformasi kita, mempercepat agenda transparansi pajak, dan pada akhirnya dapat memperkuat mobilisasi sumber daya dalam negeri,” kata Sri Mulyani.
Baca Juga: Konferensi GIAC ke-15 Siap Digelar Sebagai Rangkaian GIIAS 2021
Berita Terkait
-
Akuntansi Keuangan, Manajemen, atau Perpajakan: Mana yang Cocok untuk Anda?
-
Lama Tak Ada Kabar, Sri Mulyani Ternyata Punya Pekerjaan Baru di Luar Negeri
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Dibidik Kejagung Soal Korupsi Pajak
-
Mahfud MD Bongkar Sisi Lain Sri Mulyani: Sebut Eks Menkeu 'Terlalu Protektif' ke Pegawai Bermasalah
-
Kebijakan Sri Mulyani Kandas di Tangan Purbaya: Pajak Pedagang Online Ditunda
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Alami Gagal Bayar, Ini Sanksi yang Diberikan OJK untuk Dana Syariah Indonesia
-
Dana Syariah Indonesia Kena Sanksi OJK, Gimana Nasib Uang Lender?
-
Update Iuran BPJS Kesehatan Tiap Kelas Tahun 2026, Menkeu Buka Suara
-
Duo Aguan-Salim Perkuat Cengkeraman di PANI, Bagaimana Prospeknya?
-
Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN
-
Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Maret 2026
-
8,23 Juta Penumpang Pesawat Wara-wiri di Bandara Selama Awal Nataru
-
Perhatian! Tarif Listrik Januari-Maret 2026 Tak Naik
-
Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Bocoran Purbaya
-
Tak Hanya Huntara, Bos Danantara Jamin Bakal Bangun Hunian Permanen Buat Korban Banjir