“Prinsip kami adalah tidak boleh ada anak-anak yang tertinggal di Indonesia karena kurangnya akses terhadap gizi atau pendidikan. Oleh karena itu, kami mendukung perkembangan kesehatan anak melalui pendekatan ilmiah yang merupakan keahlian Danone sejak awal. Kami juga berkomitmen mewujudkan pencapaian SDGs melalui penerapan Danone 2030 Goals yang sejalan dengan pilar-pilar SDGs seperti dalam aspek pemberdayaan masyarakat, zero hunger, aspek lingkungan dan sebagainya,” ujar Vera.
Danone melakukan penelitian dan pengembangan untuk memastikan produk-produknya memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak. Pada tahun 2019, Danone meresmikan Danone Nutricia Research Sarihusada R&I Center, sebuah pusat penelitian bertaraf internasional di unit Danone SN Indonesia Yogyakarta.
Danone menggandeng beberapa pemangku kepentingan melalui Program Bersama Cegah Stunting serta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah untuk mendorong replikasi program di daerah lainnya.
Pada tahun 2020, pandemi COVID-19 mengubah seluruh elemen kehidupan. Namun seluruh tim Danone tetap bersatu untuk mengatasi seluruh rintangan.
“Kami berupaya untuk beradaptasi secara cepat pada situasi pandemi dengan memprioritaskan kesehatan karyawan yang dimulai dengan pembentukan task force, penerapan protokol kesehatan yang ketat, menyediakan bantuan psikologis yang komprehensif bagi karyawan, bekerjasama dengan penyedia layanan telemedicine untuk mememberikan layanan kesehatan secara lebih dekat kepada karyawan, dan beragam hal lainnya,” ujar Vera.
Selain itu, untuk membantu mengatasi dampak pandemi di Indonesia, rangkaian kegiatan kontribusi sosial difokuskan untuk membantu kesehatan, pendidikan, dan ketahanan ekonomi masyarakat.
Danone bekerja sama dengan mitra retailer mendistribusikan 1.000 laptop kepada anak-anak kurang mampu di 10 kota dan menawarkan dukungan nutrisi untuk 20.000 keluarga pengemudi aplikasi transportasi online yang sangat terpengaruh oleh pandemi.
Komitmen ini sudah sejak lama diterapkan Danone. Maka itu tak heran perusahaan meraih berbagai penghargaan dunia. Pada tahun 2019, Danone Indonesia menerima penghargaan untuk Best Companies to Work for in Asia 2019 yang diselenggarakan oleh HR ASIA.
Keseriusan Danone dalam mewujudkan keberlanjutan pun tercermin dalam salah satu gerakannya, yaitu Preserve and Renew the Planet’s Resources yang merupakan salah satu tujuan Danone dalam Goals 2030. Danone juga turut berpartisipasi dalam program global yaitu penerapan strategi karbon-positif dan target netralitas karbon pada tahun 2050.
Baca Juga: Laporan Keberlanjutan Danone-AQUA 2019-2020 Dianugerahi Kategori Emas ASRRAT 2021
Dalam hal perlindungan sumber daya alam, Danone SN Indonesia pada tahun 2020 juga telah membuat taman keanekaragaman hayati (Taman Kehati) di dua lokasi yaitu Kampus IPB Dramaga Bogor seluas 14 Hektar dan di Gunung Kidul seluas 10 Ha bekerjasama dengan para mitra.
Danone mempertahankan semangat efisiensi di seluruh rantai pasokan, bekerja keras untuk mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang limbah secara inovatif yang bermanfaat bagi lingkungan di luar kegiatan operasional perusahaan, untuk mendukung gerakan zero waste to landfill.
Danone mendukung penghematan air melalui kebijakan Danone Water Policy sebagai komitmen untuk melindungi sumber air, menyediakan ]air dan sanitasi yang bersih dan aman bagi karyawan dan masyarakat. Upaya Danone dalam menjaga efisiensi air dilakukan melalui 3M (Mengurangi, Menggunakan kembali dan Mendaur ulang).
Sedangkan untuk tetap memastikan kualitas udara sesuai dengan baku mutu yang ada, perusahaan melakukan audit kepada seluruh rantai pasokan produk Danone mulai dari Emisi energi GRK tidak langsung proses pengadaan, produksi, hingga distribusi. Danone melibatkan para ahli untuk mengaudit emisi yang dihasilkan perusahaan dan terus mengevaluasi kinerjanya.
Di samping itu perusahaan juga terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui program yang bertujuan untuk mengembangkan kesehatan dan gizi, pendidikan anak usia dini, pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan perempuan, dan bantuan bencana alam.
Danone percaya bahwa dengan terus menerus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan gizi, serta memperjuangkan kesetaraan melalui pemberdayaan perempuan dapat berkontribusi pada kemajuan negeri ini. Melalui Program Pencegahan Stunting, Isi Piringku, Generasi Sehat Indonesia (GESID), Taman Pintar, Bunda Mengajar dan Duta 1000 Pelangi merupakan kontribusi Danone untuk mendukung masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia