Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menggelar Export Brilianpreneur 2021. Gelaran yang berlangsung pada 1-15 Desember 2021 ini adalah untuk mendukung dan mengembangkan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) go global.
Senior Executive President Treasury & Global Services BRI, Achmad Royadi mengatakan, pihaknya menargetkan nilai transaksi yang diraih dalam acara ini sebanyak US$65 juta atau naik US$8 juta dari perolehan tahun sebelumnya.
"Dari sisi deal transaksinya tahun ini kami targetkan US$65 juta," tutur Royadi dalam konferensi pers secara virtual pada Rabu, (1/12/2021).
Meski acara tahun ini diselenggarakan secara virtual, Royadi optimistis bisa meraih target tersebut. Sebab, gelaran Brilianpreneur ini ternyata disambut positif oleh banyak pihak. Ini terlihat dari jumlah pengunjung yang mengalami peningkatan, meski kegiatan digelar dalam kondisi pandemi.
Di mana, pada tahun 2019, gelaran ini diikuti oleh 16.000 pengunjung dengan total business matching 30 dan deal transaksinya berada di angka US$33 juta. Kemudian di 2020, yang diselenggarakan secara virtual dan langsung, gelaran tersebut diikuti oleh 116.000 pengunjung dengan total business matching 74 dan deal transaksinya berada di angka US$57 juta.
"Jadi jelas dampaknya sendiri dari event ini adalah kita bisa bantu akses UMKM ke pasar global dan kita juga ciptakan UMKM yang ready to expor. Jadi kalau tahun 2020 hanya 200 ready to ekspor, tahun ini 340 UMKM yang ready to ekspor," katanya.
Sementara Direktur Utama BRI, Sunarso menjelaskan, tujuan dilaksanakannya event ini adalah untuk memperbesar peranan UMKM secara nasional maupun secara global. Mengingat, UMKM mendominasi 99% dari total entitas usaha di Indonesia. Bahkan, kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61% dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 97%.
"Besarnya kontribusi UMKM ini akan membantu memperbaiki neraca pembayaran kita," katanya.
Namun, banyak dari mereka yang belum teredukasi dengan baik. Oleh karena ini, dalam gelaran ini juga akan diselenggarakan edukasi terhadap para pelaku UMKM.
Baca Juga: Hadirkan BRILIANPRENEUR 2021, BRI Majukan UMKM Indonesia ke Kancah Dunia
"Materi yang akan diedukasi supaya UMKM sustaince bahkan naik kelas adalah memperkenalkan tentang prinsip-prinsip perusahaan dengan menerapkan good corporate governance," ujar Sunarso.
Selain itu, para pelaku UMKM juga akan diedukasi agar terbiasa menerapkan administrasi dan sistem manajerial yang baik. Selanjutnya, para pelaku UMKM juga akan diberikan kesempatan yang luas dalam hal aksesabilitas terhadap informasi dan akses terhadap teknologi.
Sunarso menambahkan, UMKM yang ikut dalam gelaran ini adalah UMKM yang sudah dikurasi sejak Januari 2021 lalu.
"Artinya proses seleksinya ketat melalui proses kurasi itu. Nanti yang lolos ataupun yang tidak lolos (proses kurasi) akan mendapat masukan bahwa produk harus diperbaiki seperti ini, ada teknologinya. Begitu juga soal sertifikasi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Risto Vidakovic: Sabar dan Kerja Keras, Kunci Borneo FC Tumbangkan Persija
-
Manchester City Berminat, Luka Modric Berpeluang Kembali ke Liga Premier
-
Segmen UMKM Tumbuh, BRI: Para Pelaku UMKM Telah Recovery
-
BRI Terus Jaga Pertumbuhan UMKM dengan Perkuat Strategi Bisnis
-
UMKM Bergairah dan Mampu Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
Terkini
-
Ratusan Tambang Belum Setor RKAB, APBI Pastikan Anggotanya Sedang Proses Pengajuan
-
IHSG Trading Halt Pada Sesi 2 Imbas Tekanan MSCI, BEI Segera Gerak Cepat
-
Saham BUMI Diserok saat IHSG Dihantui Risiko Status Frontier Market MSCI
-
Sesi I Berdarah, IHSG Ambles 7 Persen ke Level 8.321
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
Danantara Bentuk BUMN Baru Khusus Kelola Tambang, Namanya Perminas
-
Bukan Perbankan Malas Salurkan Kredit, Tapi Pasar Masih Wait and See
-
Izin Tambang Agincourt Dicabut, Asosiasi Pertambangan Singgung Iklim Investasi yang Adil
-
Mending Beli Emas Batangan atau Perhiasan? Ini Pilihan Terbaik untuk Investasi
-
Panduan Lengkap Cara Mengecek Desil Bansos 2026, Jadwal Pencairan dan Jenisnya