- Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia menandatangani nota kesepahaman pada 14 Mei 2026 untuk memperkuat kerja sama bilateral.
- Kerja sama tersebut mencakup sektor kebijakan moneter, stabilitas keuangan, makroprudensial, hingga digitalisasi sistem pembayaran lintas negara yang efisien.
- Kesepakatan ini bertujuan mempererat hubungan kelembagaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (NK) terbaru bersama Bank Negara Malaysia (BNM) untuk memperdalam kerangka kerja sama bilateral antar bank sentral.
Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam mempererat hubungan ekonomi kedua negara, sekaligus memperkokoh fondasi perbankan sentral di Asia Tenggara guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang kian dinamis.
Melalui kesepakatan ini, kedua lembaga berkomitmen untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor utama, termasuk kebijakan moneter, stabilitas keuangan, dan kebijakan makroprudensial.
Selain itu, transformasi sistem pembayaran dan digitalisasi menjadi fokus utama dalam NK ini untuk mempercepat integrasi keuangan regional dan mendorong efisiensi transaksi lintas negara yang lebih
aman bagi masyarakat.
Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato' Abdul Rasheed Ghaffour, menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan bentuk penegasan kembali atas kemitraan panjang yang telah terjalin antara BNM dan BI.
"Hal ini juga merupakan komitmen bersama kami untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang perbankan sentral yang telah ada, sekaligus kerja sama ke bidang-bidang baru yang menjadi kepentingan bersama," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (14/5/2026).
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menekankan bahwa kerja sama ini lebih dari sekadar komitmen simbolis.
Perry menyebut NK ini sebagai bukti nyata semangat berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan kedua belah pihak.
"NK ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang antara BI dan BNM. Ini merupakan bukti semangat yang berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua bank sentral, terutama di tengah lanskap geopolitik yang menantang saat
ini," jelas Perry Warjiyo.
Baca Juga: BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang
Sebagai informasi, penandatanganan kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di kedua wilayah.
Sinergi antara dua otoritas moneter ini juga diproyeksikan akan memberikan dampak positif terhadap arus investasi dan perdagangan bilateral.
Penandatanganan NK ini secara resmi membuka jalan bagi kemitraan strategis yang lebih kokoh dan sinergis antara BNM dan BI di masa depan.
Melalui sinergi ekonomi regional yang berkelanjutan, kedua bank sentral berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan inovatif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi stabilitas sistem keuangan di kedua negara.
Berita Terkait
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026
-
Berkat Bantuan BI Rupiah Akhirnya Bangkit, Ditutup ke Level Rp 17.228
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam