Bisnis / Keuangan
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. [Suara.com/Rina Anggraeni].
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia menandatangani nota kesepahaman pada 14 Mei 2026 untuk memperkuat kerja sama bilateral.
  • Kerja sama tersebut mencakup sektor kebijakan moneter, stabilitas keuangan, makroprudensial, hingga digitalisasi sistem pembayaran lintas negara yang efisien.
  • Kesepakatan ini bertujuan mempererat hubungan kelembagaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (NK) terbaru bersama Bank Negara Malaysia (BNM) untuk memperdalam kerangka kerja sama bilateral antar bank sentral.

Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam mempererat hubungan ekonomi kedua negara, sekaligus memperkokoh fondasi perbankan sentral di Asia Tenggara guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang kian dinamis.

Melalui kesepakatan ini, kedua lembaga berkomitmen untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor utama, termasuk kebijakan moneter, stabilitas keuangan, dan kebijakan makroprudensial.

Selain itu, transformasi sistem pembayaran dan digitalisasi menjadi fokus utama dalam NK ini untuk mempercepat integrasi keuangan regional dan mendorong efisiensi transaksi lintas negara yang lebih
aman bagi masyarakat.

Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato' Abdul Rasheed Ghaffour, menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan bentuk penegasan kembali atas kemitraan panjang yang telah terjalin antara BNM dan BI.

"Hal ini juga merupakan komitmen bersama kami untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang perbankan sentral yang telah ada, sekaligus kerja sama ke bidang-bidang baru yang menjadi kepentingan bersama," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (14/5/2026).

Logo Bank Indonesia. [Antara]

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menekankan bahwa kerja sama ini lebih dari sekadar komitmen simbolis.

Perry menyebut NK ini sebagai bukti nyata semangat berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan kedua belah pihak.

"NK ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang antara BI dan BNM. Ini merupakan bukti semangat yang berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua bank sentral, terutama di tengah lanskap geopolitik yang menantang saat
ini," jelas Perry Warjiyo.

Baca Juga: BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

Sebagai informasi, penandatanganan kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di kedua wilayah.

Sinergi antara dua otoritas moneter ini juga diproyeksikan akan memberikan dampak positif terhadap arus investasi dan perdagangan bilateral.

Penandatanganan NK ini secara resmi membuka jalan bagi kemitraan strategis yang lebih kokoh dan sinergis antara BNM dan BI di masa depan.

Melalui sinergi ekonomi regional yang berkelanjutan, kedua bank sentral berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan inovatif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi stabilitas sistem keuangan di kedua negara.

Load More