- Panas bumi diposiikan sebagai energi andal untuk memperkuat ketahanan energi dan mencapai target emisi.
- PGE berhasil mencatat efisiensi energi sebesar 90.502,28 MWh serta menurunkan intensitas emisi operasional secara signifikan sepanjang tahun 2025 lalu.
- Perusahaan mengelola 15 wilayah kerja dengan kapasitas 1.932 MW serta terus mengembangkan proyek energi bersih dan pusat data hijau.
Suara.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menilai energi panas bumi memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional di tengah upaya transisi menuju energi rendah emisi.
Sebagai sumber energi baru terbarukan, panas bumi dinilai memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan listrik secara stabil selama 24 jam tanpa bergantung pada cuaca maupun impor bahan bakar.
Karakteristik tersebut membuat panas bumi menjadi salah satu andalan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia sekaligus memperkuat bauran energi bersih nasional.
“Sebagai energi baru terbarukan, panas bumi merupakan energi baseload andal yang mampu menghasilkan listrik stabil selama 24 jam tanpa bergantung pada cuaca maupun impor bahan bakar. Karakteristik ini menjadikan panas bumi berperan penting dalam mendukung transisi energi rendah emisi sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional,” demikian keterangan PGE, Rabu (14/5/2026).
Untuk memperkuat peran tersebut, PGE terus menjalankan berbagai inisiatif efisiensi energi dan pengurangan emisi di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.
Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan penerapan praktik keberlanjutan menjadi bagian penting dalam memastikan pengembangan panas bumi yang andal dan efisien.
“Pengembangan panas bumi tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bersih. PGE juga memastikan seluruh operasional dijalankan secara bertanggung jawab, efisien, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar. Karena itu, penguatan praktik ESG dan implementasi operasi berkelanjutan akan terus menjadi prioritas Perseroan ke depan,” terang Andi Joko Nugroho.
Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, PGE mencatat penghematan energi sebesar 90.502,28 MWh sepanjang tahun lalu. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 40.058,77 MWh.
Efisiensi tersebut ditopang oleh berbagai optimalisasi operasional di sejumlah wilayah kerja panas bumi, termasuk debottlenecking jalur produksi di Area Ulubelu hingga optimalisasi operasional vacuum pump pada sistem pembangkit.
Baca Juga: Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya
Selain itu, PGE juga mencatat rasio intensitas energi sebesar 0,037 MWh/MWh pada 2025 atau turun 10,10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penggunaan energi terbarukan dalam operasional perusahaan juga tetap tinggi mencapai 94,36 persen.
Di sisi pengelolaan emisi, intensitas emisi PGE tercatat sebesar 41,12 g CO2e/kWh atau masih jauh di bawah ambang batas EU Taxonomy dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia sebesar 100 g CO2e/kWh.
Operasional panas bumi PGE bahkan disebut telah berkontribusi terhadap penghindaran emisi lebih dari 4,29 juta ton CO2e sepanjang 2025.
Tak hanya fokus pada penyediaan listrik, PGE juga mulai mengembangkan pemanfaatan energi bersih untuk sektor lain melalui proyek green hydrogen berbasis panas bumi hingga pengembangan green data center.
Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW. Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?
-
BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025