Suara.com - Di tengah maraknya digitalisasi di sektor keuangan, peran PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM tetap diandalkan oleh masyarakat.
Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PT PNM, Sunar Basuki mengatakan, hingga November 2021, jumlah nasabah PNM telah mencapai 10,8 juta.
"Kita meyakini angka ini akan terus bertambah dan bisa mencapai 11 juta nasabah sampai akhir 2021," tutur Sunar Basuki dalam Media Gathering yang diselenggarakan di Restoran Daun Muda Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis, (16/12/2021).
Menurutnya, capaian tersebut adalah rekor baru. Bahkan, capaian tersebut menjadi momen bersejarah setelah resmi meninggalkan status perseroannya dan menjadi bagian dalam holding BUMN Ultra Mikro (UMi).
"Tentu ini akan menjadi momen di mana PMN mengukuhkan menjadi perusahaan pembiayaan berbasis korkop terbesar di dunia, bukan hanya di Indonesia tapi di dunia," imbuh Sunar.
Sekadar informasi, masuknya PNM ke dalam holding UMi mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2021 tertanggal 2 Juli 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke BRI dan perubahan Anggaran Dasar PT PNM sebagaimana tertuang dalam Akta Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT PNM Nomor 58 tertanggal 28 Oktober 2021 yang telah disetujui Menkumham berdasarkan Surat Nomor AHU-AH.01.03.0468167 tahun 2021 tertanggal 2 November 2021. Dengan demikian, PNM tidak lagi berstatus sebagai BUMN dengan kepemilikan oleh negara langsung, melainkan menjadi anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Sunar melanjutkan, masuknya PNM sebagai holding UMi membuat pihaknya semakin agresif menjangkau para pelaku usaha pra sejahtera. PNM menargetkan dapat menambah nasabah menjadi 14 juta pada 2022.
"Untuk target tahun depan, kami menyesuaikan dengan keinginan stakeholder yang ingin di tahun 2024 mencapai 20 juta nasabah. Jadi kami bisa targetkan sekitar 14 juta nasabah di 2022," kata Sunar.
PNM juga memproyeksikan penyaluran pembiayaan di 2022 bisa mencapai hingga Rp55 triliun. Adapun sampai akhir tahun 2021, diperkirakan penyaluran pembiayaan PNM mencapai Rp47 triliun untuk program Mekaar pun Ulamm. Rinciannya, Rp44 triliun di Mekaar Rp3 triliun di Ulamm.
Baca Juga: Limit Transfer BRI Berdasarkan Jenis Kartu yang Digunakan
Proyeksi untuk menambah cakupan nasabah itu akan didukung dengan sejumlah strategi bisnis. Diantaranya adalah dengan memperkuat struktur pendanaan.
"Tahun depan, kita kira-kira butuh Rp23 triliun," ucapnya.
Dia menambahkan, porsi pendanaan bisa bersumber dari kombinasi seperti pasar modal, perbankan dan PIP (Pusat Investasi Pemerintah). Bahkan, PNM berencana untuk menerbitkan obligasi senilai Rp3 tirliun di sekitar Kuartal I atau Kuartal II 2022.
"Kita rencanakan (menerbitkan obligasi-red) di akhir kuartal I atau awal kuartal II 2022. Kurang lebih Rp3 triliu. Kuponnya kita harapkan rendah seperti sekarang, tapi itukan tergantung situasi pasar yah," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sasar Usaha Ultra Mikro, Bank DKI Pimpin Sindikasi Kredit Pembiayaan Rp 4 Triliun ke PNM
-
Jawab Tantangan Ekosistem Ultra Mikro, 1.000 Co-Location SenyuM Bersiap Tahun 2022
-
Kebutuhan Ekosistem Ultra Mikro Makin TInggi, 1.000 Co-Location SenyuM Hadir Tahun Depan
-
1.000 Co-Location SenyuM di Tahun 2022 Dukung Kembangkan Ekosistem Ultra Mikro
-
Perkuat Ekosistem, Holding Ultra Mikro Hadirkan 1.000 Co-Location SenyuM Pada 2022
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung
-
Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT
-
Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang
-
Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya
-
Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I
-
IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina
-
IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong
-
Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan
-
Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara
-
Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?