Daerah juga dapat mengembangkan agroindustri yang dalam proses budidayanya menggunakan pupuk organik. Produk-produk pertanian organik semacam ini biasanya mempunyai nilai jual yang lebih tinggi.
Seluruh produk tersebut, baik pertanian organik atau kerajinan, lanjut Yunita, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi industri pariwisata di daerah tersebut. Apalagi kalau produknya sangat khas dan unik, dan hanya ada di suatu daerah tertentu.
Semua produk tersebut dapat mendukung upaya pengembangan industri pariwisata daerah.
“Masyarakat sangat menghargai bila ada hotel yang produk furniturnya atau berbagai produk lainnya menggunakan bahan baku dari daur ulang sampah. Jadi, dengan terus meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap isu-isu lingkungan, hotel-hotel yang banyak menggunakan produk daur ulang bisa menjadi daya tarik tersendiri,” ucap Yunita.
Jika kondisi semacam ini dapat terus dikembangkan, kata Yunita, “garis samppah” dan “garis industri pariwisata” yang dulu bergerak saling menjauh dapat berubah menjadi saling mendekat.
“Itulah upaya yang tengah kami lakukan saat ini,” tegas dia.
Hanya upaya untuk mewujudkan hal semacam itu kerapkali masih terbentur pada kendala. Salah satunya adalah informasi. Misalnya, masyarakat tidak memiliki informasi ke mana mesti menyalurkan sampah-sampah yang sudah mereka pilah.
Mereka juga tidak tahu di mana lokasi-lokasi Bank Sampah di suatu daerah. Lalu, di sisi lain pihak yang mengolah sampah juga kerap kesulitan mencari sampah sebagai bahan baku.
Bahkan pihak pengguna hasil olahan sampah, seperti industri yang menggunakan briket sebagai bahan bakar, kerap kesulitan mencari briket. Maka, mesti ada pihak yang mempertemukan seluruh stakeholders tersebut. Konsep itulah yang sedang dikembangkan Yunita melalui Jababeka Smart Township Initiative-nya.
Baca Juga: Produk Kecantikan Ini Rilis Produk Kemasan Refill, Aksi Nyata untuk Bumi yang Lebih Baik
Model 4C
Dalam mengembangkan inisiatifnya, Yunita mengusung model 4C yang meliputi Conservation, Community, Culture dan Commerce. Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa upaya pengelolaan sampah menjadi salah satu kegiatan dalam konservasi lingkungan hidup.
Upaya ini harus dilakukan oleh komunitas, dan manfaatnya harus dirasakan oleh komunitas tersebut.
“Selain dalam bentuk nilai ekonomis, ada manfaat lain yang dipetik oleh masyarakat, seperti lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” katanya.
Lalu, upaya-upaya tersebut juga harus mempunyai nilai komersial dan berkontribusi dalam pengembangan budaya setempat.
“Jadi, tiap C dalam model 4C tersebut harus saling mendukung satu sama lain,” cetus Yunita.
Untuk mengintegrasikan seluruh stakeholders yang terlibat dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbahnya tersebut diperlukan aplikasi yang berbasis digital.
Dalam mengembangkan aplikasi ini, papar Yunita, PresUniv berkolaborasi dengan Fablab. Jadi, Fablab akan membantu mengembangkan aplikasi digital yang mampu mengintegrasikan seluruh sumber daya yang terlibat dalam mata rantai pengelolaan dan pemanfaatan sampah dan hasil olahannya.
“Jika upaya ini memperoleh dukungan dari semua stakeholders, saya optimis garis sampah sampah dan garis industri pariwisata pada suatu saat akan bertemu di satu titik,” pungkas Yunita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ulasan Novel Testimony of N: Ketika Kebohongan Menjadi Bentuk Perlindungan
-
Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027
-
Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!
-
PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah
-
Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan
-
Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan
-
Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah
-
Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan