Suara.com - BUMN klaster pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI menjanjikan ketersediaan pangan khususnya beras dan gula aman menjelang awal 2022.
“Setiap jelang hari besar ataupun pergantian tahun memang diikuti dengan isu ketersediaan pangan, dari peninjauan kami di lapangan melalui beberapa toko retail dipastikan stok beras maupun gula aman,” kata Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi, Kamis (30/12/2021).
RNI juga memeriksa sejumlah titik lokasi di Jawa Barat hingga Bali jelang tahun baru guna mengantisipasi kelangkaan kebutuhan pokok.
Dalam kunjungan ini, Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi hadir secara langsung di beberapa titik toko ritel mulai Jawa Barat hingga Bali untuk memastikan ketersediaan pangan beras dan gula.
Dalam proses menuju Holding BUMN Pangan ini, RNI kerap memperkuat komitmennya dalam mengembangkan komersial perusahaan, salah satu upaya yang ditempuh adalah memperkuat kolaborasi bersama pelaku usaha di antaranya dengan mendorong kerja sama RNI Group melalui PT Rajawali Nusindo dengan Alfamart sebagai salah satu perusahaan toko retail atau mini market nasional. Kerja sama tersebut ditandai dengan masuknya produk-produk pangan RNI di outlet-outlet Alfamart.
Menurut Arief, kolaborasi RNI sebagai BUMN dengan sektor swasta akan semakin memperkuat hilirisasi produk-produk pangan nasional melalui perluasan jaringan distribusi, serta mendukung ketersediaan dan keterjangkauan produk-produk pangan berkualitas bagi masyarakat.
Hal ini selain dapat meningkatkan penjualan juga berdampak pada peningkatan nilai tambah dan daya saing produk lokal.
“Ini merupakan bagian dari komitmen RNI dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus terus membangun bisnis komersial kedepan,” kata Arief.
Arief menjelaskan, RNI Group bersama entitas BUMN Pangan akan terus meningkatkan portfolio dan kualitas produk yang diproduksi, dengan tujuan agar masyarakat semakin mudah mengakses produk pangan dalam negeri yang berkualitas dan sebagai bentuk kontribusi bagi upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Jelang Tahun Baru, Harga Bahan Pangan Pokok di Tebing Tinggi Melonjak Naik
Terkait kenaikan harga minyak goreng di pasaran seperti saat ini, Dirut RNI itu menjelaskan fenomena yang terjadi saat ini mengikuti tren harga pasar dunia.
Pihaknya berharap produsen minyak diharapkan dapat mengalokasikan produksi minyak goreng kemasan sederhana untuk membantu stabilisasi harga. Seperti diketahui, RNI memiliki produk minyak goreng kemasan dengan merek Rania.
Selain itu, jelang pergantian tahun ini, RNI juga menyediakan paket sembako Nataru dengan harga Rp150 ribu sudah terdapat produk beras Rania Sedap Pulen 5Kg, gula pasir merk Raja Gula 1 Kg, Rania Minyak Goreng 1 Lt, Indomilk Kental Manis 370 gr, Kapal Api Kopi Bubuk 65gr, Maya Sardine Kaleng 155gr dan mentega Forvita Margarin 200gr (Pack).
Berita Terkait
-
Resmikan SPKLU Sambut KTT G20, Ini Harapan Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury
-
Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Pergantian Tahun, Pemerintah Gelar Operasi Pasar
-
Jelang Akhir Tahun, Harga Sejumlah Komoditas Pangan Makin Mahal
-
Wamen BUMN Apresiasi Digitalisasi Kios Pupuk Indonesia
-
Jelang Tahun Baru, Harga Bahan Pangan Pokok di Tebing Tinggi Melonjak Naik
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
Terkini
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa
-
BEI Wajibkan Free Float hingga 25 Persen untuk Perusahaan yang Hendak IPO
-
SKF Musnahkan 13,3 Ton Bearing Tiruan Senilai Rp9,5 Miliar
-
Bank Mandiri Raup Laba Rp56,3 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya
-
BPS Ungkap Dampak Bencana Sumatera pada Perekonomian Indonesia, Begini Penjelasannya
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Rupiah Malah Amblas ke Level Rp16.842!
-
COIN Optimistis Pemangkasan Biaya Transaksi CFX Akan Picu Efek Berganda