Suara.com - Banyak masyakarat Indonesia yang salah dalam memilih investasi. Meningkatnya investasi bodong akibat kurangnya literasi keuangan. Rico Yapotra bersama dengan Christian Wirajaya selaku Co-Founders estudi.co.id melihat kurangnya literasi finansial masyarakat di Indonesia.
Menurut OJK, Tingkat Literasi Keuangan di Indonesia pada tahun 2019 hanya 38,03%. Itulah alasan mereka mendirikan start up Estudi untuk membangun Indonesia pintar dalam literasi keuangan dengan menyediakan platform edukasi digital secara gratis maupun berbayar untuk masyarakat Indonesia khususnya generasi millenials.
Sebagai Australian permanent resident (PR), Rico Yapotra memberikan edukasi berupa analisa teknikal dan fundamental kepada masyarakat di Australia sejak tahun 2016 – 2020. Dengan latar belakang lebih dari 10 tahun dalam dunia keuangan, Rico Yapotra hijrah ke Indonesia untuk membagikan pengalaman dan rahasia sukses sebagai seorang trader dan edukator agar masyarakat tidak salah dalam memilih produk investasi melalui Estudi.
“Dengan meningkatkan literasi keuangan masyarkat, tentunya akan menurunkan tingkat risiko masyarakat dalam berinvestasi,” ujarnya ditulis Jumat (31/12/2021).
Rico Yapotra dan Christian Wirajaya memiliki visi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia sampai tidak ada lagi masyarakat yang terjerumus ke dalam produk investasi ilegal.
Mengikuti perkembangan zaman, Estudi memberikan akses materi pembelajaran termasuk saham, cryptocurrencies, NFT, komoditas dan derivatif sampai ke cara membedakan antara pialang (broker) atau sekuritas yang legal dan ilegal serta produk investasi yang tepat di Indonesia.
“Kita harus memahami produk – produk investasi yang ada di Indonesia sebelum menjadi seorang trader atau investor. Saya selalu mengingat quotes dari Warren Buffet yang berbunyi “Don’t put all your eggs in one basket” sehingga diversification itu sangat penting. Di mana di situlah cara untuk meminimalisir risiko dalam berinvestasi. Tidak cukup hanya belajar 1 produk investasi saja, tetapi harus bisa memahami secara mendalam dan menganalisa seluruh produk investasi yang ada agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan masing – masing investor,” kata Rico.
“Estudi menyasar generasi muda yang rentan dalam melakukan kesalahan berinvestasi. Maka dari itu, Estudi berkomitmen untuk terus memberikan serta meningkatkan layanan dan produk edukasi terbaik untuk masyarakat Indonesia,” imbuhnya.
Baca Juga: Denny Siregar Sebut Habib Bahar Segera Diangkut, Begini Reaksi UYM Saat Dipanggil Ucup
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju