Suara.com - Perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat (AS) kembali menerapkan kerja di rumah atau Work From Home (WFH) bagi para karyawannya. Hal ini merespon dari merebaknya penyebaran varian omicron di negeri paman sam itu.
American Express (AmEx) dan BlackRock adalah perusahaan besar terbaru yang mendesak karyawannya untuk memulai 2022 dengan bekerja dari jarak jauh.
"Kami telah melihat peningkatan eksponensial dalam penyebaran varian Omicron di seluruh dunia. Kami mendorong semua orang yang dapat melakukan pekerjaan mereka secara efektif dari rumah untuk terus melakukannya," kata CEO AmEx Stephen Squeri dalam memo kepada karyawan seperti dikutip dari CNN Business, Kamis (6/1/2022).
AmEx yang berbasis di New York mengatakan telah memutuskan untuk menunda peluncuran 24 Januari dari rencana kerja fleksibel baru yang akan mengharuskan sebagian besar karyawan berada di kantor satu hingga tiga hari seminggu.
Sementara itu, BlackRock yang juga berbasis di New York, mendorong karyawan untuk bekerja dari manapun mereka merasa paling nyaman.
"Kantor kami masih buka dan karyawan dapat bekerja dari kantor jika mereka mau," kata juru bicara BlackRock.
Sebelum liburan, BlackRock mendorong fleksibilitas dengan lokasi kerja karyawan hingga 7 Januari. Manajer aset terbesar di dunia itu memberi tahu karyawan akhir pekan lalu bahwa fleksibilitas akan diperpanjang hingga 28 Januari.
Sejumlah perusahaan besar telah merevisi rencana back-to-the-office dalam beberapa hari terakhir, termasuk bank-bank besar yang berbasis di New York JPMorgan Chase, Citigroup, Goldman Sachs dan Jefferies.
Pergeseran tersebut menggarisbawahi kekhawatiran di antara karyawan tentang menumpuk kembali ke kantor yang penuh sesak, lift dan kereta bawah tanah mengingat situasi kesehatan yang memburuk.
Baca Juga: Tren Remote Work, Pendapatannya Bernilai Fantastis!
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk
-
Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500
-
IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar
-
Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi
-
Wujud Swasembada Energi, Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari di Denpasar
-
3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP
-
Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus
-
Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak
-
Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya
-
Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia