Bisnis / properti
Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Gedung Kementerian Keuangan. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka suara terkait belum adanya peminat dari lelang aset milik Tommy Soeharto yang disita negara terkait utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Aset yang dilelang tersebut berbentuk tanah berjumlah 4 bidang yang letaknya di daerah Cikampek, Karawang, Jawa Barat senilai Rp 2,45 triliun dengan uang jaminan sebesar Rp 1 triliun.

Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat DJKN Tri Wahyuningsih Retno Mulyani mengatakan, belum lakunya aset sitaan Tommy Soeharto dikarenakan kondisi perekonomian yang saat ini belum menentu akibat Pandemi Covid-19.

"Soal aset nggak laku kita sadari bersama kondisi perekonomian saat ini seperti apa, itu mungkin menjadi salah satu faktor," kata Tri dalam acara dalam acara Bincang Bareng DJKN, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: Aset Tommy Soeharto Terkait Kasus BLBI Tak Laku Dilelang

Untuk diketahui pada Rabu (12/1/2022), pemerintah melakukan lelang secara tertutup melalui pejabat lelang kelas I pada KPKNL Purwakarta terkait aset sitaan milik Tommy Soeharto, atas nama PT Timor Putera Nasional (TPN) yang disita Satgas BLBI.

Namun hingga satu hari pelaksanaan lelang, belum ada juga peminat yang ingin ikut lelang tersebut.

"Belum ada yang menyetorkan minat dan pembeli dalam lelang itu," kata Tri.

Tri pun memastikan agar masyarakat tidak takut untuk ikut dalam proses lelang tersebut, karena ini merupakan lelang resmi pemerintah sehingga surat-surat dan dokumen terkait legalitas dipastikan sudah aman.

"Tentunya atas legalitas dari bukti dokumen yang ada telah sesuai, sudah legal. Salah satu tentunya karena paling urgensi adalah bukti kepemilikan lelang," kata Tri.

Baca Juga: Dua Pengusaha Dipanggil Terkait Kasus Dana BLBI, Ada Buronan Bank Century

Komentar