Bisnis / Keuangan
Rabu, 02 Februari 2022 | 13:47 WIB
Ilustrasi rumah, salah satu investasi properti. (Shutterstock)

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut banyak orang membeli properti dan mobil setelah pemberian insentif. Hal ini tercermin dari nilai penjualan kedua sektor tersebut pada 2021 kemarin.

Ia memaparkan, pada tahun 2021 kredit kepemilikan rumah (KPR) mencapai Rp 465,55 triliun. Angka KPR ini terdongkar, bilang Sri Mulyani, karena adanya isentif bebas PPn dalam pembelian rumah tapak dan apartemen.

"Kebijakan yang diberikan ke sektor tertentu, sektor properti dan otomotif, hal ini memberikan dampak yang positif bagi kedua sektor tersebut," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK, Rabu (2/2/2022).

Dari sisi sektor otomotif, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga melihat, insentif yang diberikan membuat banyak orang membeli mobil baru.

Hal ini terlihat, dengan kebijakan bebas pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), penjualan mobil pada tahun 2021 mencapai Rp 97,45 triliun.

"Capaian tersebut sejalan peningkatan penjualan mobil di 2021, 863,3 ribu apabila dibanding penjualan 578,3 ribu pada tahun 2020. Dukungan KSSK tersebut terhadap sektor perbankan merupakan paket kebijakan untuk pemulihan ekonomi melalui kebijakan intermediasi perbankan," ucap Sri Mulyani.

Untuk diketahui, Pemerintah memberikan insentif pajak atau pembebasan pajak pertambahan nilai alias PPN untuk meningkatkan kemampuan konsumsi masyarakat kelas menengah terutama dalam hal kepemilikan rumah.

Insentif paling besar pembebasan 100% PPN untuk pembelian rumah di bawah harga jual Rp 2 miliar.

Selain itu, Pemerintah juga memberlakukan kebijakan relaksasi pajak atau Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah atau PPnBM DTP 100 Persen hingga pemungkas 2021. Tujuannya adalah terus menghidupkan sektor industri otomotif.

Baca Juga: Polisi Belum Tetapkan Status Emak-emak Pengemudi Mobil Berstiker Ormas Tabrak Pemotor hingga Tewas di Medan

Pemerintah akan melanjutkan pemberian insentif pada sektor properti dan otomotif. Insentif itu diberikan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Selain itu, Sri Mulyani juga mengaku telah meneken perpanjangan insentif pajak pada sektor properti dan otomotif.

"PMK otomotif dan perumahan kedua-keduanya udah saya paraf sekarang, pengundangan mendapatkan nomor dari Kemenkumham. Kalau hari ini selesai langsung diumumkan hari ini," ujar Sri Mulyani.

Load More