Suara.com - Sejumlah pedagang di pasar tradisional Kota Kediri, Jawa Timur, masih menjual minyak goreng dalam kemasan di atas harga eceran tertinggi (HET).
Kepala Sub Bidang Pembangunan Ekonomi I, Badan Koordinasi Wilayah I Madiun Eka Pujiantoro, Jumat mengemukakan ia sudah meninjau sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri. Hasilnya, ada beberapa pedagang menjual dengan harga di atas HET, karena stok lama.
"Mayoritas untuk harga minyak goreng dalam kemasan sudah turun. Namun, beberapa pedagang masih menjual di atas harga HET sebab menghabiskan stok lama masih tersisa," kata Eka di Kediri.
Ia juga menambahkan, saat ini pasokan stok minyak goreng masih belum stabil. Penarikan stok lama juga belum sepenuhnya dilakukan oleh distributor, sehingga harga pun masih bervariatif.
"Stoknya masih kurang dan distribusinya masih belum stabil. Selain itu, penarikan stok lama juga masih belum dilakukan secara keseluruhan oleh beberapa distributor," ujar dia.
Sementara untuk minyak goreng curah, ia menambahkan masih menggunakan harga lama.
Sesuai dengan aturan, seharusnya untuk HET minyak goreng dengan kemasan bagus adalah Rp14.000 per liter, kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan minyak goreng curah adalah Rp11.500 per liter. Hal ini adalah kebijakan dari pusat. Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memberlakukan HET untuk minyak goreng sawit yang efektif berlaku sejak 1 Februari 2022.
Ia menduga, karena aturan itu masih baru, sehingga belum semua menerapkan.
"Jadi belum ada penurunan harga sesuai HET yang ditetapkan. Perlu waktu untuk penyesuaian terkait penetapan harga-harga tersebut," kata dia.
Baca Juga: Bikin Hemat, 4 Tips Mencegah Minyak Goreng Cepat Keruh
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Tanto Wijohari mengatakan pihaknya juga sudah meninjau harga minyak goreng baik di pasar tradisional maupun pasar retail modern.
Ia juga berharap pedagang grosir dan eceran terus menjalin komunikasi dengan distributor, sehingga harga minyak goreng di pasaran segera stabil.
"Di retail modern telah menerapkan HET minyak goreng sesuai ketentuan. Kami dorong para retailer supaya tetap menjalin komunikasi dengan distributor untuk mendapatkan stok minyak goreng baru," kata dia.
Pihaknya juga tetap meminta agar masyarakat tidak panik dalam pembelian minyak goreng, sebab pemerintah sudah menerapkan HET yang terbaru.
"Kami imbau masyarakat selama masa peralihan dari harga lama ke harga baru ini tetap tenang dan tidak melakukan panic buying," kata Tanto.
Nana, salah seorang warga Kediri mengaku ia sempat berkeliling pasar retail modern untuk membeli minyak goreng, tetapi sering kosong. Ia pun akhirnya membeli minyak dengan harga yang mahal, sebab butuh untuk kebutuhan sehari-hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut
-
Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!
-
Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram
-
Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta