Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan keberadaan varian baru COVID-19 Omicron sejauh ini belum mempengaruhi permintaan perjalanan kereta api oleh masyarakat.
"Okupansi sudah mulai naik, walaupun masih ada pembatasan yakni 80 persen, belum 100 persen," kata Manajer Humas KAI Daop 6 Jogjakarta Supriyanto di Solo, Jawa Tengah, Sabtu.
Bahkan, dikatakannya, untuk periode Jumat, Sabtu, dan Minggu, jumlah armada mengalami kenaikan sebesar 10 persen jika dibandingkan dengan hari biasa. Ia mengatakan di hari kerja jumlah perjalanan kereta api yang rutin melintasi Daop 6 sekitar 40-50 perjalanan.
"Sedangkan di akhir pekan ada penambahan 4-5 perjalanan KA. Untuk yang fakultatif rata-rata ke Jakarta," katanya.
Ia mengatakan untuk Stasiun Solobalapan sendiri melayani sebanyak 86 perjalanan KA yang terdiri dari 10 perjalanan kereta jarak jauh keberangkatan Stasiun Solobalapan, 50 kereta yang melintas, 6 kereta BIAS lokal pp, dan 20 KRL pp dengan rata-rata penumpang harian sekitar 4.000 orang.
Khusus untuk bulan Januari 2022, dikatakannya, ada sebanyak 101.129 penumpang yang terdiri dari 28.096 penumpang kereta jarak jauh, 792 penumpang kereta BIAS, dan 72.241 penumpang KRL.
"Sedangkan penumpang turun pada bulan Januari 2022, ada 99.274 penumpang yang terdiri dari 30.680 penumpang kereta jarak jauh, 1.095 kereta lokal BIAS, dan 67.499 penumpang KRL," katanya.
Sementara itu mengingat penyebaran COVID-19 yang masih terjadi hingga saat ini, kata dia, untuk persyaratan perjalanan kereta belum ada perubahan, yakni penumpang berusia 17 tahun ke atas wajib menunjukkan hasil vaksin minimum pertama dan menunjukkan hasil negatif rapid tes yang berlaku 1x24 jam atau PCR yang berlaku 3x24 jam.
"Selain itu, penumpang juga dalam kondisi sehat, pakai masker. Untuk pembelian tiket di stasiun hanya melayani tiga jam sebelum keberangkatan, untuk pemesanan bisa lewat KAI acces," katanya. (Antara)
Baca Juga: Warga Korban Penggusuran PT KAI Kesal Lurah Kebonwaru Bandung Ngaku Tak Punya Data Riwayat Tanah
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun
-
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
-
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983
-
Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham
-
Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global
-
Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi
-
Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
-
125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti