Suara.com - Harga minyak mentah dunia bergerak menguat pada perdagangan akhir pekan lalu. Penguatan ini memperpanjang kenaikan tajam di sesi sebelumnya karena cuaca dingin melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat.
Mengutip CNBC, Senin (7/2/2022) minyak mentah Brent naik 34 sen ke harga USD91,45 per barel setelah naik USD1,16 pada hari Kamis.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 46 senke harga USD90,73 per barel, setelah naik USD2,01 sen pada hari sebelumnya untuk menetap di atas USD90 untuk pertama kalinya sejak 6 Oktober 2014. Kedua tolok ukur menuju kenaikan mingguan ketujuh berturut-turut.
"Minyak mentah WTI melonjak di atas level $90 setelah ledakan Arktik menuju Texas dan mengganggu beberapa produksi minyak di Permian Basin," kata Edward Moya, analis senior di OANDA.
Badai musim dingin yang dahsyat menyapu Amerika Serikat bagian tengah dan Timur Laut pada hari Kamis di mana badai itu membawa salju dan es yang lebat, membuat perjalanan menjadi berbahaya, melumpuhkan ribuan listrik dan menutup sekolah-sekolah di beberapa negara bagian.
Sementara itu ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah juga telah memicu kenaikan tajam minyak yang telah mendorong Brent berjangka naik 17 persen dan WTI sebesar 20 persen sepanjang tahun ini.
Amerika Serikat memperingatkan bahwa Rusia berencana menggunakan serangan bertahap sebagai pembenaran untuk menyerang Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin menyalahkan NATO dan Barat atas meningkatnya ketegangan, sekalipun ia telah memindahkan ribuan tentara ke dekat perbatasan Ukraina.
"Dengan risiko geopolitik di Ukraina dan hanya peningkatan bertahap produksi oleh OPEC +, harga diperkirakan akan menuju USD100 per barel," kata Chiyoki Chen, kepala analis di Sunward Trading.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, yang dikenal sebagai OPEC +, sepakat awal pekan lalu untuk tetap mempertahankan kenaikan moderat sebesar 400.000 barel per hari (bph) dalam produksi minyak.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Tipis Setelah OPEC+ Pertahankan Kenaikan Pasokan
Aliansi tersebut menyatakan telah berjuang untuk memenuhi target yang ada dan meskipun ada tekanan dari konsumen untuk meningkatkan produksi lebih cepat.
Namun, dalam jangka menengah, beberapa analis memperkirakan pasar minyak akan mengalami surplus segera pada kuartal berikutnya, membantu mengerem lonjakan harga baru-baru ini.
Berita Terkait
-
DPRD Minta Perusahaan Sawit Bantu Warga untuk Peroleh Minyak Goreng Murah
-
Pantauan KPPU, Minyak Goreng di Balikpapan Tidak Merata, Ada Kartel?
-
Harga Melonjak, Produsen Minyak Goreng Dipanggil KPPU Terkait Dugaan Kartel
-
Konflik Rusia-Ukraina Dikhawatirkan Picu Kenaikan Harga Minyak Mentah Dunia
-
Tak Masuk Akal, Jatim Seharusnya Surplus Minyak Goreng, Tapi Kenapa Alami Kelangkaan?
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru
-
Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter