Suara.com - Di masa pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, trading jadi salah satu cara bagi beberapa orang untuk mencari income tambahan. Belakangan, tren trading dengan robot pun menjadi marak. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak melakukan trading dengan robot. Karena tak sedikit juga robot trading yang merupakan modus scam atau penipuan.
Lantas hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih robot trading? Pertama adalah mencari tahu terlebih dahulu siapa penyedianya. Penyedia robot trading yang legal dan jelas tentu memberikan rasa aman dan nyaman.
Selain itu kita juga perlu mengetahui fitur dan teknologi apa saja yang disediakan oleh penyedia robot trading. Menggunakan robot trading dengan teknologi terkini tentu akan memberikan hasil yang lebih maksimal.
Salah satu robot trading yang memiliki teknologi terkini adalah Robot Sparta, yang disediakan oleh PT Teknologi Otomatis Roket. Dengan teknologi yang mereka beri nama Space Z, Robot Sparta tak hanya membantu memberikan hasil yang optimal tapi juga keamanan maksimal.
“Robot Sparta memiliki keamanan level tiga, tertinggi di kelasnya dengan teknologi Space Z. Robot trading ini juga akan dilengkapi dengan sertifikasi NFT, sehingga tidak bisa dipalsukan kepemilikannya,” ujar Fuad Zakiy pendiri PT Teknologi Otomatis Roket ditulis Senin (14/2/2022).
Dijelaskan pula bahwa pada Robot Sparta terdapat MQL5 dan WikiFX sebagai pihak ketiga yang memverifikasi transaksi yang dilakukan Robot Sparta secara real time.
Lebih lanjut, PT Teknologi Otomatis Roket juga mengimbau kepada para penggunanya, untuk melakukan trading melalui broker yang legal.
“Kami manajemen PT Teknologi Otomatis Roket sebagai perusahaan penyedia software dalam bentuk robot trading forex autopilot yang dikenal oleh masyarakat dengan nama Robot Sparta, mendukung Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perdagangan yang ingin menertibkan penjualan robot trading baik itu robot trading forex maupun robot trading crypto di Indonesia, yang akhir-akhir ini begitu meresahkan masyarakat. Mulai dari kasus scamming bisnis berskema ponzi dengan kedok robot trading, juga robot trading abal-abal dengan transaksi 'fake',” ucapnya.
Selain memberikan rasa aman, Robot Sparta juga memberikan benefit kepada para penggunanya. Apa sajakah itu? Dalam rilisnya, PT Teknologi Otomatis Roket menjelaskan, robot ini bisa punya 100 algoritma yang bisa diganti-ganti sebanyak-banyaknya. Jadi pengguna hanya perlu membayar sekali saja.
Baca Juga: Mahasiswa di Tasikmalaya Nekat Akhiri Hidup, Diduga Gara-gara Frustasi Kalah Trading
“Sebagai contoh, misal sedang trend komoditi gold, maka kita akan pindahkan dari forex, bahkan nanti akan ada robot trading yang bermain di saham-saham Metaverse seperti Facebook atau Meta,” jelasnya.
PT Teknologi Otomatis Roket pun turut memberikan klarifikasi terkait dengan penyebutan Robot Sparta, yang menjadi merek dagang mereka, oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau BAPPEBTI.
“Robot Sparta bisa digunakan di broker manapun yang dilisensikan langsung oleh BAPPEBTI. bahkan kami bisa dikatakan provider robot yang paling siap ketika BAPPEBTI mengesahkan penggunaan akun micro karena kami sudah mempersiapkan 'coding'-nya. Penjualan Robot Sparta tidak menggunakan sistem MLM dan atau skema Ponzi, Robot Sparta murni dijual secara 'direct selling’. User dapat melakukan deposit, top-up, dan withdraw kapan pun dan berapa pun nominalnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, pengguna juga PT Teknologi Otomatis Roket juga mengklaim bahwa semua transaksi dengan para penggunanya berlangsung secara transparan.
“Kami memberlakukan surat pernyataan risiko kepada semua user, terkait hak dan kewajiban yang jelas sehingga semua transparan sejak user bergabung. Kami tidak memberlakukan profit sharing, namun kami tetap mengenakan maintenance fee kepada user, sebagai ganti biaya VPS sebagai server untuk membuat Robot Sparta tetap bekerja secara otomatis. Juga biaya operasional tim analis agar Robot Sparta terhindar dari malfungsi. Kami rutin mengadakan webinar dan punya team customer support berjumlah ratusan orang untuk mengedukasi dan melayani user dengan baik. Kami memberikan file robot kepada user di dalam paket pembelian yang dilakukan oleh user.” Pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!
-
Plot Twist Film Forgotten Ternyata Lebih Gelap dari Sekadar soal Penculikan
-
Warga Agam Diduga Jadi Korban Penyekapan di Myanmar dan Memohon Pulang
-
6 Sepatu Converse Warna Putih yang Diskon Besar di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Ini Perbedaan Fitur Suzuki XL7 Tiap Varian, Mana yang Paling Pas?
-
Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Beda Berapa Tahun? Momen Kencan di Museum Bikin Gemas
-
Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas
-
Fajar/Fikri Evaluasi Diri Jelang Hadapi Wakil Taiwan di Babak Kedua Japan Open 2026