Suara.com - Duta Besar Ukraina Vadym Prystaiko membuat pernyataan bahwa negaranya siap menolak tawaran bergabung dengan NATO untuk menghindari perang dengan Rusia.
Apa peran negara anggota NATO dan tugasnya? Padahal keanggotaan Ukraina di NATO menjadi salah satu syarat utama yang diajukan Moskow untuk meredakan konflik antara Rusia dan negara-negara Barat.
Untuk diketahui NATO merupakan singkatan dari North Atlantic Threaty Organization. Mengutip beberapa sumber, organisasi ini merupakan aliansi militer yang dibentuk oleh Pakta Atlantik Utara pada 4 April 1949 di Washington DC. Mereka fokus pada bidang pertahanan dan keamanan di kawasan Atlantik Utara.
Negara anggota NATO yang ikut mendirikan di awal adalah Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Islandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Portugal, Inggris, dan Amerika Serikat.
Sejak berdiri NATO juga mengalami penambahan anggota yakni Yunani, Turki, Jerman, Spanyol, Republik Ceko, Hongaria, Polandia, Bulgaria, Estonia, Latvia, Lituania, Rumania, Slovakia, Slovenia, Albania, Kroasia, Montenegro, dan Makedonia Utara. Dengan demikian, kini total NATO memiliki 30 anggota.
Pada awal berdiri negara anggota NATO tugasnya adalah memperkuat militer barat dalam menghadapi invasi Rusia. Pakta 1949 memang tidak bisa dilepaskan dengan persaingan antara blok timur dan blok barat setelah Perang Dunia II. Blok timur merupakan pendukung Uni Soviet, sementara blok barat berpihak pada Amerika Serikat.
Di samping itu, negara anggota NATO juga bersepakat jika terjadi penyerangan terhadap salah satu negara anggota, serangan itu dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Pasalnya negara-negara anggota sangat mengandalkan Amerika Serikat untuk memasok persenjataan.
Nato juga memiliki tujuan politik, yakni menghalangi ekspansi Uni Soviet. Termasuk dalam penyebaran ideologi komunis. Namun, tujuan ini berangsur-angsur hilang setelah Uni Soviet mengumumkan tidak lagi mengkoordinasi pemerintahan komunis di Eropa Timur.
Setelah Uni Soviet runtuh pada 1991, NATO yang sudah tidak lagi memiliki musuh melakukan orientasi baru. Kini, NATO memiliki ancaman baru yang harus dihadapi. Bukan lagi Uni Soviet melainkan terorisme, peredaran senjata ilegal, dan konflik internal dalam negeri.
Baca Juga: Antisipasi Perang Rusia-Ukraina, NATO Siagakan Pasukan
Untuk menghadapi tantangan baru ini, NATO bahkan menjajaki kerja sama dengan organisasi lain yakni Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
AS Dituding Memanfaatkan Konflik Rusia dan Ukraina: Perang Dunia Jilid Tiga ?
-
Krisis Ukraina, Vladimir Putin Akhirnya Buka Suara
-
Apa Itu NATO? Ini Penjelasan, Daftar Negara Anggota, Cara Kerja hingga Sumber Pendanaan Organisasi Dunia
-
AS Sudah, Inggris Pertimbangkan Kerahkan Pasukan Ke Ukraina
-
Antisipasi Perang Rusia-Ukraina, NATO Siagakan Pasukan
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Opsi Jual Terbuka, Harga Buyback Emas Antan Melonjak Jadi Rp2,45 Juta/Gram
-
Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO
-
Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman
-
Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu
-
Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS
-
Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen