Suara.com - PT HK Metals Utama Tbk tengah menunggu jadwal OJK untuk menentukan pengendali baru.
Manajemen HK Metals Utama menyatakan perseroan tengah berupaya mencari pengendali baru. Sebab, perseroan kekinian tidak lagi memiliki pemegang saham pengendali karena 100 persen dimiliki publik.
Namun, proses pencarian investor baru HK Metals Utama mengalami hambatan lantaran kisruh yang terjadi pada mantan Pemegang Saham Pengendali (PSP) perseroan.
Sumber Suara.com di perseroan itu menyebutkan, emiten berkode HKMU itu sebenarnya dalam proses negosiasi dengan sejumlah calon investor strategis dari dalam dan luar negeri.
Tapi kisruh yang terjadi tersebut mengakibatkan sejumlah calon investor potensial menarik diri.
"Sebenarnya kami sudah sampai pada tahap negosiasi yang serius dengan beberapa calon investor. Namun, karena kisruh yang terjadi mengakibatkan beberapa diantaranya menunda negosiasi bahkan ada yang mundur. Termasuk calon investor dari mancanegara," beber sumber tersebut yang tak mau disebutkan namanya kepada media di Jakarta, Kamis (17/2/2022).
Kondisi ini membuat saham PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) amblas ke level terendah Rp 50 seiring dengan tidak adanya lagi pemegang saham pengendali.
Pada perdagangan Kamis (17/2/2022) saham yang komisarisnya Ricky Harun tersebut stagnan di level Rp50 atau level terendah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terlihat antrean jual mengular di posisi Rp50, Rp51, Rp52 dan sebagian kecil di Rp54.
Sebelumnya mantan Pemegang Saham Pengendai HKMU adalah PT Hyamn Sukses Abadi. Komunikasi terakhir HKMU dengan Hyamn yakni pada 13 Desember 2021 saat mereka melepas sebanyak 150.000.000 saham.
Baca Juga: Kisruh Eks Pemegang Saham, Emiten HKMU Dikabarkan Kesulitan Cari Investor Baru
Dengan demikian, kepemilikan saham setelah transaksi menjadi 98.367.025 atau setara 3,05% dan sudah dilakukan keterbukaan informasi pada 14 Desember 2021.
Manajemen emiten manufaktur produk aluminium extrusion ini sebelumnya telah menyampaikan rencana mencari investor strategis baru lewat aksi korporasi, setelah perusahaan tak lagi memiliki pemegang saham pengendali (PSP).
Perseroan akan melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, guna memperkuat struktur permodalan serta mendukung program-program strategis.
Berita Terkait
-
Kisruh Eks Pemegang Saham, Emiten HKMU Dikabarkan Kesulitan Cari Investor Baru
-
The Best 5 Oto: Kijang Hybrid Produk Lokal, Elon Musk Donasikan Saham Tesla, Jakarta Auto Week Mundur Seminggu
-
Sempat Dibuka Melemah, IHSG Berbalik Menguat ke Level 6.854
-
Adhi Commuter Patok Harga IPO Rp 130, Hanya Tawarkan10Persen Saham ke Publik
-
Perkasa, IHSG Ditutup Menguat 0,62 Persen ke Posisi 6.850
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
Terkini
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat
-
Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel
-
Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan
-
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
-
IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?
-
Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini