Suara.com - Komoditas terbesar ekspor-impor Rusia-Indonesia berasal dari sektor nonmigas. Sejak invasi dilancarkan Rusia ke Ukraina pekan lalu, hubugan ekspor-impor ini masih sangat dinamis.
Namun, tak seperti banyak negara lain, belum ada sanksi yang diberlakukan Indonesia kepada negara bekas Uni Soviet tersebut.
Saat ini Singapura masih menjadi satu-satunya negara di ASEAN yang berani memberlakukan pembatasan transaksi dengan Rusia. Sanksi ekonomi lain diterima Rusia di antaranya dari Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat.
Hubungan ekspor-impor Indonesia-Rusia dalam enam tahun ke belakang mengalami pasang surut, terutama sejak 2020 atau awal pandemi Covid-19.
Mengutip data Kementerian Perdagangan, ekspor-impor Indonesia dengan Rusia pada 2021 menyentuh nilai 2,75 miliar dolar Amerika. Angka tersebut naik 42,25% dibandingkan pada 2020 yang hanya menyentuh 1,93 miliar dolar.
Nilai ekspor-impor 2021 ini menjadi pencapaian tertinggi dalam beberapa tahun ke belakang. Sementara pada 2020 ekspor-impor Indonesia ke negara pimpinan Presiden Vladimir Putin ini hanya Rp1,49 miliar dolar.
Adapun rinciannya yaitu impor migas sebesar 44,87 juta dolar serta impor nonmigas 1,21 miliar dolar. Sementara ekspor Indonesia ke Rusia adalah kebutuhan nonmigas seperti lemak hewani dan minyak.
Artinya, neraca ekspor impor Indonesia dengan negara Rusia mencatat pada tahun 2021 mencapai surplus 239,79 juta dolar Amerika.
Pencapaian tersebut bisa dibilang lebih baik jika dibanding 2020, yang mana Indonesia mengalami defisit mencapai 340,38 juta dolar Amerika.
Baca Juga: Produksi Minyak dan Gas Aceh Alami Penurunan, Ini Peyebabnya
Sedang per Januari 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa nilai ekspor Indonesia ke negata Rusia capai176,5 juta dolar Amerika atau Rp2,52 triliun. Angka tersebut berkembang 58,69% jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Desember 2021 yang mana hanya US$111,2 juta.
Diketahui, nilai ekspor negara Indonesia ke negara Rusia per Januari 2022 juga bisa dikatakan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan Januari 2021 yang mengalami kenaikan 60,29%.
Adapun komoditas terbesar ekspor impor Rusia-Indonesia yaitu lemak, minyak hewan, karet, serta barang dari karet. Selain itu, ada juga komoditas ekspor lainnya yaitu alas kaki dan barang-barang lainnya.
Kerja sama ekspor-impor ini juga masih akan berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. Indonesia juga belum menerapkan sanksi ekonomi atas invasi yang dinilai melanggar piagam PBB.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Tag
Berita Terkait
-
Negosiasi Rusia dan ukraina Dikabarkan Gagal, Harga Minyak Dunia Makin Meroket
-
Geger Invasi Di Ukraina, Bagaimana Perkembangan Hubungan Indonesia Dengan Rusia Saat Ini?
-
Rasuah di Tubuh Perusahaan Plat Merah Bontang, 2 Mantan Dirut PT BME Diduga Tak 'Bermain' Sendiri
-
Dua Orang Bekas Direktur PT Bontang Migas dan Energi Dijebloskan ke Penjara, Negara Rugi Rp 474 Juta
-
Produksi Minyak dan Gas Aceh Alami Penurunan, Ini Peyebabnya
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing
-
Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%
-
BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan
-
Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi
-
Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini
-
PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan
-
Langkah Tegas, DJP Jawa Timur Blokir Rekening 3.185 Penunggak Pajak di 11 Bank
-
Pesan Tegas Purbaya: Jabatan Adalah Fungsi Pelayanan, Bukan Sekadar Fasilitas
-
Si Kaya Borong Mobil Listrik, Si Miskin Ribut Upah Tak Naik
-
Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik