Suara.com - Rusia memiliki senjata super bom yang mengerikan yakni bom termobarik. Bom yang dijuluki 'father of all bombs' alias bapak segala bom ini disebut-sebut sebagai bom paling mematikan karena menghasilkan gelombang ledakan dengan durasi yang lebih lama daripada senjata konvensional.
Bom termobraik memiliki kemampuan menghisap oksigen dari udara sekitarnya dan menciptakan ledakan suhu tinggi.
Bom ini tidak hanya menimbulkan ledakan konvensional seperti kebanyakan bom namun kekuatannya juga mampu membuat tubuh manusia menguap sangat cepat.
Bom termobarik semakin menakutkan karena bisa diaplikasikan di berbagai senjata mulai dari granat, roket jarak dekat hingga roket jarak jauh yang dilengkapi untuk pesawat.
Peledak termobarik mampu menghasilkan gelombang kejut yang membuat makhluk hidup di sekitarnya mati hingga menyedot udara, termasuk dari paru-paru manusia dalam radius tertentu.
Melansir dari ABC News, bom yang juga dimiliki Amerika Serikat ini memiliki dua tahap ledakan yakni ledakan yang menyebar di lingkungan dengan cepat bercampur dengan oksigen di udara dan mengalir ke sekitar obyek dan dalam struktur.
Kedua, bom ini meledak di udara dan membuat gelombang ledakan yang efektif di ruangan terbuka hingga terbatas seperti bunker. Luasnya dampak yang disebabkan bom ini membuat manusia sulit menyelamatkan diri.
Bom termobarik sudah pernah digunakan Rusia dalam konflik Afghanistan. Sementara, Amerika Serikat sudah memakai bom mematikan ini untuk menyerang Vietnam dan dalam peperangan di Afghanistan pula.
Baca Juga: Segera Dijual, Segini Harga Chelsea yang Ditawarkan Roman Abramovich
Berita Terkait
-
Kena Imbas Konflik Rusia dan Ukraina, Pabrikan Mobil Top Rusia 4 Hari Tak Beroperasi
-
Terdampak Invasi Rusia, UNHCR: Satu Juta Pengungsi Tinggalkan Ukraina
-
Terkendala Pasokan Komponen, Perusahaan Mobil Rusia Avtovaz Hentikan Produksi
-
Inovatif! Tak Hanya Sediakan Warung Makan Gratis, Masjid As Salam Juga Sediakan Minimarket dan Posko Pemadam Kebakaran
-
Segera Dijual, Segini Harga Chelsea yang Ditawarkan Roman Abramovich
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi
-
Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%
-
Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200
-
Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?
-
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi
-
Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring
-
Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi
-
Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta
-
Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah
-
Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai