Suara.com - Miliarder Prajogo Pangestu baru saja membuat gebrakan di dunia pengusaha dengan membeli 33,3% saham Star Energy Group Holding yang sebelumnya dimiliki perusahaan Thailand. Profil Parjogo Pangestu yang berani mengambil keputusan untuk kemajuan perusahaan pun tidak diragukan lagi.
Kini, setelah berhasil mengakuisisi saham dari Thailand, total nilai aset milik Prajodo Pangestu di perusahaan tersebut adalah 440 juta dolar AS atau Rp6,2 triliun.
Jumlah itu merupakan akumulasi dengan aset Star Energy yang dimiliki oleh PT Barito Pasific Tbk, perusahaan yang dimiliki konglomerat tersebut. PT Barito Pasific memegan 66,6% saham Star Energy.
Artinya, kini seluruh saham Star Energy berada dalam genggaman Prajogo Pangestu. Saat ini Star Energy adalah pemegang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu, PLTP Salak, dan PLTP Darajat. Ketiganya berada di Jawa Barat.
PT Barito Pasific adalah adalah lini bisnis utama Prajogo Pangestu. Perusahaan ini dirintis oleh Prajogo muda yang sempat bekerja sebagai sopir angkot di Kalimantan Barat. Sebelumnya pria yang lahir dengan nama Phang Djoem Phen di Sambas, Kalimantan Barat itu pernah merantau ke Jakarta setelah lulus SMP namun bernasib tidak beruntung.
Saat menjadi sopir angkot di medio 60-an, Prajogo bertemu dan berkawan baik dengan pengusaha kayu Malaysia Bong Sun On alias Burhan Uray. Pertemanan itu membawa Prajogo bergabung dengan PT Djajanti Group, perusahaan milik Burhan yang bergerak di bidang kayu. Kerja keras selama menjadi karyawan membuat Prajogo Pangestu memegang jabatan general manager (GM) pabrik Plywood Nusantara Gresik.
Setahun kemudian, Prajogo memulai bisnisnya sendiri dengan membeli CV Pasific Lumber dengan sistem kredit. Pembayarannya lunas hanya dalam waktu satu tahun. Selang beberapa tahun CV tersebut berganti nama menjadi PT Barito Pasific yang bergerak di bidang energi, khususnya pengelolaan panas bumi.
Di era Soeharto, Prajogo Pangestu adalah taipan disegani di Indonesia. Dia dikenal dekat dengan keluarga Cendana. Kedekatan itu membuat Barito Group mengekspansi usaha hingga ke bidang petrokimia, minyak sawit mentah, properti, hingga perkayuan. Kini perusahaan tersebut dikembangkan oleh sang anak Agus Salim Pangestu.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Baca Juga: Saham Teknologi dan Keuangan Wall Street Menguat Signifikan Pasca Tekanan Krisis Ukraina
Berita Terkait
-
10 Orang Terkaya di Indonesia Tanpa Embel-Embel Crazy Rich, Tajir Beneran!
-
Sriwijaya FC Segera Diakuisisi Pengusaha Batu Bara Iwan Bomba, Suporter Contohkan Akuisisi Chelsea dan Manchester City
-
Kamis Pagi IHSG Dibuka Menguat ke Posisi 6.897
-
Saham Teknologi dan Keuangan Wall Street Menguat Signifikan Pasca Tekanan Krisis Ukraina
-
Medina Zein Lepas Hijab, Lagi Pengen Aja!
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor
-
Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan
-
BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi