Bisnis / Ekopol
Senin, 04 April 2022 | 08:11 WIB
Pipa gas di stasiun kompresor Atamanskaya, fasilitas proyek Power Of Siberia Gazprom di luar kota Svobodny, di Amur, Rusia, 29 November 2019. (ANTARA/Reuters/Maxim Shemetov/as)

Suara.com - Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht meminta Uni Eropa (EU) untuk segera membahas pelarangan impor gas Rusia setelah pejabat Ukraina dan Eropa menuduh pasukan Rusia melakukan kekejaman di dekat Kiev.

"Harus ada tanggapan. Kejahatan semacam itu tidak boleh dibiarkan tanpa direspons," kata kementerian pertahanan mengutip Lambrecht dalam sebuah wawancara dengan media penyiaran publik ARD, Minggu (4/4/2022).

Hingga saat ini, Jerman masih memiliki tanggapan berbeda dengan sebagian besar anggota Uni Eropa untuk memberlakukan embargo pada impor energi dari Rusia dengan alasan ekonomi negaranya dan negara-negara Eropa lain terlalu bergantung pada mereka.

Saat ini, Rusia memasok 40 persen kebutuhan gas Eropa. Menteri Ekonomi Robert Habeck mengulangi sikap pemerintah pada Minggu malam di media penyiaran ZDF, dengan mengatakan Jerman mengurangi ketergantungannya pada energi Rusia tapi tidak dapat langsung menghentikan itu sepenuhnya.

Namun, keputusan ini mendapatkan tekanan dari dalam hingga berharap adanya langkah yang lebih berani. Sebuah unggahan dari Twitter Kementerian mengatakan, para menteri EU sekarang harus membahas larangan.

Uni Eropa telah mengerjakan sanksi tambahan untuk beberapa waktu tetapi Komisaris Ekonomi Paolo Gentiloni mengatakan pada Sabtu bahwa tindakan tambahan apa pun tidak akan memengaruhi sektor energi.

Pada Minggu (3/4/2022) malam, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan pada Minggu malam bahwa sekutu Barat akan menyetujui sanksi lebih lanjut terhadap Rusia.

Ukraina mengatakan pada Sabtu bahwa mereka telah mengambil kendali penuh atas wilayah Kiev untuk pertama kalinya sejak Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari.

Wali kota Bucha, sebuah kota yang dibebaskan dan berjarak 37 km dari ibu kota, mengatakan 300 penduduk telah dibunuh oleh tentara Rusia.

Baca Juga: Habisi Freiburg, Bayern Munich Makin Kokoh di Puncak Klasemen

Kementerian pertahanan Rusia membantah tuduhan itu, seraya mengatakan rekaman dan foto-foto yang menunjukkan mayat di Bucha adalah "provokasi lain" oleh Kiev.

Scholz menyerukan dalam sebuah pernyataan agar organisasi internasional seperti Komite Palang Merah Internasional (ICRC) diizinkan memasuki daerah yang terkena dampak untuk mendokumentasikan secara independen apa yang dia sebut sebagai kekejaman.

Load More