Hal serupa juga dialami oleh Lalu Zaenal Nurhakim. Dia bertugas sebagai pengantar dana bansos sekaligus melakukan proses geotagging.
"Sehari rata-rata mengantar ke rumah 10 KPM, bergantung cuaca. Kendala yang saya hadapi yaitu medan yang berbukit-bukit, jalan tanah yang becek saat hujan. Alamat rumah antar KPM satu dan lainnya berjauhan. Sinyal pun kadang jelek. Kalau sinyal sedang jelek, saya lakukan geotagging pakai metode offline dulu. Nanti saat sinyal bagus, dilakukan sinkronisasi dan data naik," ucap Zaenal.
Disiplin dan pengabdian para pegawai Pos di Bali tersebut berbuah pada capaian realisasi pengantaran dana bansos Kartu Sembako di Gianyar, Bali, yaitu 98 persen.
Strategi Untuk Mencapai target
Edi Rubandi selaku Executive Manager Kantor Pos cabang Gianyar 80500, yang wilayah kerjanya mencakup Kabupaten Gianyar, Bangli, Klungkung, dan Karangasem menjelaskan metode pembayaran dilakukan melalui tiga cara.
"Metode pembayaran menggunakan tiga metode, yaitu pembayaran di komunitas (balai desa, kecamatan), di kantor pos, dan door to door (diantar langsung ke rumah KPM). Metode tersebut berjalan lancar dengan dukungan pemda, dinas sosial, kepala desa, dan aparat keamanan, sehingga penyaluran dana bisa lancar terselesaikan 98 persen," kata Edi.
Adapun alokasi KPM sebanyak 69.022. Selain mengantarkan bansos, petugas Pos juga wajib melakukan geotagging dan memotret rumah KPM.
"Sejauh ini proses geotagging dan memotret rumah KPM tercapai 25 persen. Terus kita lakukan setiap hari, tidak ada libur, dan kita pantau di dashboard aplikasi," ucap Edi.
Untuk mempercepat proses tersebut, Edi mengaku menyiapkan masing-masing lima personel di 23 Kantor Pos yang tersebar di setiap kecamatan. "Total 115 orang," katanya.
Baca Juga: BLT Minyak Goreng: Cara Cek Penerima BLT Minyak Goreng Rp 300 Ribu Lengkap Kriteria Syarat Penerima
Kerja keras dan penuh tantangan para petugas Pos tersebut tak sia-sia. Sebab, KPM sangat bersyukur dan bahagia bisa menerima bansos Kartu Sembako.
"Saya senang dikasih uang tunai karena bisa bebas beli sembako di mana saja, tidak harus di warung agen yang ditunjuk. Saya bisa beli beras, minyak, telur, cabai, sayuran. Kalau boleh, bantuan selanjutnya dalam bentuk tunai saja," kata Ketut Ayu, salah satu KPM di Bangli, Bali.
Menerima bansos Kartu Sembako senilai Rp600 ribu, Ketut Ayu mengucapkan terima kasih kepada pemerintah.
"Terima kasih Pak Presiden Jokowi atas bantuan uang Rp600 ribu. Bisa saya belikan sembako untuk saya dan keluarga," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026