Suara.com - Bank Indonesia (BI) kembali membuka layanan penukaran uang pecahan kecil untuk lebaran melalui mobil kas keliling atau kas perbankan. Sebelumnya, layanan tersebut sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan, tidak ada syarat khusus bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang pecahan kecil di mobil kas perbankan.
Ia melanjutkan, masyarakat bisa langsung ke lokasi mobil kas keliling yang tersedia dan langsung bisa menukarkan uang pecahan kecil. Layanan mobil kas perbankan ini mulai beroperasi pada 18-29 April 2022.
"Penukaran uang bisa dilakukan langsung. Tidak perlu KTP, NIK atau surat vaksin," ujarnya dalam Taklimat Media pada Senin (4/4/2022).
Sedangkan, papar Marlison, untuk layanan kas keliling BI, masyarakat hanya perlu mendaftar terlebih dahulu di aplikasi web PINTAR.
Dalam aplikasi web tersebut, masyarakat tinggal memilih lokasi, jam, dan pecahan jumlah yang ditukar.
"Kemudian, masyarakat bawa bukti pemesanan dan bawa uang sesuai jumlah dan dilayani sehingga masyarakat nggak perlu desak-desakan lagi," ucap dia.
Marlison memprediksi, kebutuhan uang tunai pada tahun ini lebih banyak didominasi oleh wilayah Jabodetabek, yang sebesar Rp 40,7 triliun.
Angka tersebut berdasarkan porsi 23 persen dari total kebutuhan uang kartal untuk periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.
Baca Juga: Syarat dan Cara Penukaran Uang Rusak di Bank Indonesia
"Sedangkan, wilayah Jawa sebesar Rp 67 triliun atau 38 persen, diikuti Sumatra 22 persen, kemudian wilayah-wilayah lainnya. Di mana yang tertinggi di Jabodebek sebesar Rp 40,7 triliun dan yang paling rendah di Provinsi Papua sebesar 0,2 persen," katanya.
Untuk diketahui, pada tahun ini, BI mempersiapkan uang layak edar sebesar Rp 175,26 triliun. Sementara, BI juga menyediakan 5.013 titik layanan penukaran uang pecahan kecil selama ramadhan dan idul fitri di mana sebanyak 453 titik berada di Jabodetabek.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG