Suara.com - Driver Gojek dikabarkan akan mendapatkan 4.000 lembar saham GoTo dengan perhitungan harga IPO Rp338 per lembar.
CEO GoTo Andre Soelistyo mengungkapkan, jatah saham ini akan diberikan kepada driver yang terdaftar sejak tahun 2010 hingga 2016.
Sementara, bagi driver yang mendaftar dari 2017 hingga Februari 2022 akan mendapatkan 1.000 lembar saham yang merupakan bagian dari total kumpulan lebih dari USD20 juta (Rp287 miliar) yang dialokasikan untuk driver.
“Ini adalah pengakuan bahwa mitra pengemudi kami adalah bagian dari kesuksesan kami,” ujar CEO Andre Soelistyo dalam sebuah wawancara.
“Ini adalah sesuatu yang ingin kami lakukan sejak awal,” ujarnya lagi.
Perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia ini berharap dapat mengumpulkan USD1,1 miliar (Rp15,7 triliun) dari IPO. Nilai itu jadi yang terbesar di Asia Tenggara dan Kelima di dunia.
Driver GoTo sendiri diartikan bukan sebagai karyawan melaikan mitra yang dikontrak secara independen. Para driver bisa memilih untuk menyimpan saham tersebut atau menguangkannya.
Hibah saham yang dijuluki “Gotong Royong” kepada pengemudi ini merupakan bagian dari program yang lebih luas yang mencakup pedagang, konsumen, dan karyawan.
Merchant dan konsumen setia Gojek dan Tokopedia mendapatkan akses prioritas saat memesan saham GoTo selama periode book-building.
Baca Juga: Benarkah Merger Gojek Tokopedia Langgar Aturan Persaingan Usaha? Begini Kata KPPU
Semua karyawan tetap telah menerima ekuitas di bawah program ini, menurut Andre. Perusahaan memiliki total 8.540 staf pada akhir Juli.
Selain itu juga, pembentukan GoTo Peopleverse Fund dilakukan guna engalokasikan opsi saham kepada karyawan selama beberapa tahun mendatang yang akan memiliki sekitar 9,03% dari perusahaan setelah listing.
Andre akan memiliki sekitar 0,84% saham di GoTo, sementara co-founder Gojek Kevin Aluwi akan memegang 0,77% dan co-founder Tokopedia William Tanuwijaya, 1,77%.
Perusahaan mengatakan juga akan menyisihkan lebih dari 9,35 miliar saham yang senilai dengan USD216 juta (Rp3,1 triliun) sebagai dana abadi untuk mendukung inisiatif sosial dan lingkungan, yang mencerminkan tren global di antara raksasa teknologi.
GoTo diproyeksikan akan bernilai sekitar USD28 miliar (Rp402 triliun) setelah penawaran. Namun, hal tersebut tak sebanding dengan USD35 miliar hingga USD40 miliar yang ditargetkan GoTo tahun lalu.
Berita Terkait
-
Gojek Gelar Pelatihan Anti Kekerasan Seksual untuk Pengemudi
-
Direstui OJK, IPO GoTo Senilai Rp15,8 Triliun Cetak Rekor Jadi Ketiga Terbesar se-Asia
-
Dapat Persetujuan Efektif OJK, GoTo Mulai Periode Penawaran Umum
-
Dukung Ekonomi Kreator, GoPlay Creator Fund Diluncurkan
-
Benarkah Merger Gojek Tokopedia Langgar Aturan Persaingan Usaha? Begini Kata KPPU
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?
-
Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?
-
Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional
-
3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah