Suara.com - Dolar AS kembali perkasa dan melanjutkan kenaikannya di sesi Asia pada Jumat (8/4/2022), mencapai puncak baru hampir dua tahun terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya dan tertinggi satu bulan terhadap euro, didukung oleh prospek laju kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Indeks dolar naik setinggi 99,904 di awal perdagangan Asia, level terbaiknya sejak Mei 2020. Indeks naik 1,2 persen minggu ini, yang akan menjadi kenaikan terbesar dalam satu bulan.
Hal ini didukung oleh pernyataan hawkish dari beberapa pembuat kebijakan Federal Reserve yang menyerukan laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat untuk mengekang inflasi yang tinggi.
Rilis risalah pertemuan Fed Maret minggu ini menunjukkan "banyak" peserta siap untuk menaikkan suku bunga dengan kenaikan 50 basis poin dalam beberapa bulan mendatang.
"Kenaikan baru-baru ini dalam indeks dolar tampaknya cukup berkelanjutan selama sisa bulan ini karena pasar menetapkan gagasan Federal Reserve yang jauh lebih agresif di kuartal kedua," kata kepala analisis valas di MonFX, Simon Harvey.
"Namun, kami percaya kenaikan lebih lanjut dalam dolar tidak mungkin tanpa kalibrasi ulang suku bunga Fed di pasar. Ini sebagian besar disebabkan oleh kenaikan terbatas dalam perkiraan Fed saat ini berdasarkan fundamental saat ini," ujarnya lagi.
Sementara, dari reli dolar, euro turun ke level terendah baru satu bulan di 1,0856 dolar pada awal perdagangan Jumat, dirugikan oleh sanksi baru Barat terhadap Rusia, dengan Uni Eropa bergerak menuju larangan batu bara Rusia yang akan mulai berlaku dari Agustus.
"Bank Sentral Eropa (ECB) terus bergelut dengan inflasi sementara anggota ECB nampaknya condong hawkish terhadap guncangan inflasi baru-baru ini, memberikan euro/dolar sedikit dukungan di sekitar level 1,09, tekanan berkelanjutan dari harga-harga energi Eropa dan seruan untuk sanksi lebih lanjut pada ekspor energi Rusia ke zona euro menunjukkan kemungkinan penurunan lebih lanjut dalam euro/dolar," kata Harvey.
Pemilihan di Perancis juga berdampak pada euro akibat kandidat sayap kanan Marine Le Pen menang dalam jajak pendapat yang mengancam harapan terpilihnya kembali dari petahana Emmanuel Macron. Jajak pendapat masih menunjukkan Macron unggul.
Baca Juga: Harga-harga Melonjak, ADB Ingatkan Indonesia Kenaikan Inflasi Tahun Ini
Dolar memperpanjang kenaikannya terhadap yen Jepang, naik hingga 124,23, tertinggi dalam lebih dari seminggu dan menguji level tertinggi tujuh tahun bulan lalu di 125,1.
Yen telah stabil bulan ini setelah jatuh pada Maret, tetapi tetap di bawah tekanan karena AS menaikkan suku bunga dan bank sentral Jepang melakukan intervensi di pasar obligasi untuk mempertahankan suku bunga rendah.
Harga minyak dan komoditas lainnya yang sedikit lebih rendah membuat mata uang komoditas seperti dolar Australia dan Kanada melemah setelah menguat kuat dalam beberapa pekan terakhir.
Sterling berada di ujung bawah kisaran baru-baru ini di 1,30695 dolar.
Di pasar mata uang kripto, bitcoin diperdagangkan sekitar 43.300 dolar AS tak jauh dari level terendah dua minggu semalam di 42.742 dolar AS.
Berita Terkait
-
Inflasi dan Krisis Ukraina Makin Mengkhawatirkan, Harga Emas Terkerek Naik
-
Ekonom Senior Faisal Basri Pastikan Jika Inflasi Tinggi, Maka Orang Miskin akan Bertambah
-
Inflasi Rendah di Era Jokowi Hanya Semu Belaka
-
Inflasi April Bakal Melesat Seiring Naiknya BBM Jenis Pertamax, Sembako Hingga Tarif Pajak
-
Harga-harga Melonjak, ADB Ingatkan Indonesia Kenaikan Inflasi Tahun Ini
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara
-
Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar
-
7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang
-
Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang
-
Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal
-
Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah
-
Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas
-
Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya
-
Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026
-
BCA Bakal Tebar Dividen Tiga Kali di 2026, Simak Jadwalnya