Suara.com - Elon Musk tidak pernah berhenti menggaungkan kripto andalannya, Dogecoin atau DOGE. Pada Minggu (10/4/2022) ia bahkan membuka opsi pembayaran Twitter Blue menggunakan kripto DOGE.
Hal ini ia sampaikan dalam tanggapan cuitan warganet Argentina, yang menyebut, biaya berlangganan Twitter Blue seharga 3 dolar As per bulan cukup mahal.
“Please make it cheaper for Argentina. An entire family eats for $3 here,” tulis netizen itu.
“Yes, should be proportionate to affordability & in local currency,” jawab Elon.
“Maybe even an option to pay in Doge?” respons Elon dengan kalimat pertanyaan.
Langkah Elon Musk yang mencaplok lebih dari 9 persen saham Twitter memang disambut baik investor kripto, khususnya para holder DOGE.
Dogecoin, yang awalnya dirilis pada 6 Desember 2013, sebagai “mata uang Internet yang menyenangkan dan ramah.” Itu dibuat oleh Billy Markus dan Jackson Palmer sebagai cibiran terhadap perkembangan kripto awal, termasuk Bitcoin yang penuh aura hype kala itu.
Namun, gegara 'kekacauan' yang terjadi saat itu, kripto meme yang identik dengan Shiba Inu itu kemudian terus melesat hingga kini.
Melansir Blockchainmedia, popularitas DOGE terus naik hingga kini menjadi kripto paling berharga ke-11, dengan kapitalisasi pasar hampir US$$20 miliar, versi Coinmarketcap.com.
Baca Juga: Penampakan Ade Armando Diamankan usai Babak Belur Dianiaya Massa
Pada 1 April 2019, orang-orang di balik akun Twitter Dogecoin, melakukan jajak pendapat di Twitter untuk memetakan siapa yang menurut komunitas Dogecoin harus menjadi “CEO” kehormatan Dogecoin.
Perlahan nama Elon Musk kian menguat seiring dukungannya kepda Doge. Pada akhir tahun lalu, dalam sebuah wawancara, Musk menyinggung perbedaan Bicoin dengan Dogecoin.
“Ada masalah mendasar dengan Bitcoin dalam bentuknya saat ini, karena volume transaksinya sangat terbatas dan ada latensi untuk transaksi yang dikonfirmasi terlalu lama, Jadi, tidak bagus dari sudut pandang volume transaksi untuk pembayaran. Berbeda dengan Dogecoin, kemampuan nilai transaksi jauh lebih tinggi daripada Bitcoin dan biaya untuk transaksi adalah sangat rendah,” kata Musk.
Bahkan, dukungan Elon Musk terhadap DOGE juga memunculkan harapan publik, terlebih setelah dia memiliki peran dalam Dogecoin lewat Dogecoin Foundation dan Twitter.
Berita Terkait
-
Dikeroyok Saat Aksi 11 April di Gedung DPR RI, Ade Armando Trending Topic di Twitter
-
Ade Armando Babak Belur di Depan Gedung DPR RI, Warganet Doakan Lekas Sembuh
-
Hadapi COVID-19 Varian Baru, Pabrik Baterai Pemasok Tesla Gigafactory Terapkan Manajemen Khusus
-
Foto-Foto Pemukul Ade Armando Beredar, Warganet Menyesali Aksi Kekerasan: Mencederai Demokrasi Nih
-
Denny Siregar Kecam Massa yang Keroyok Ade Armando, Sebut Seperti Kasus Suporter Persija
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri