Suara.com - Presiden Joko Widodo baru saja meninjau proyek pembangunan sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta. Lalu bagaimana kelanjutan proyek Formula E Jakarta?
Mengutip dari laman Sekretariat Kabinet, Presiden Jokowi mematikan sirkuit Formula E yang ada di kawasan Ancol, Jakarta Utara itu siap digunakan dalam ajang balap mobil listrik pada Juli mendatang.
"Ya saya ini ingin melihat persiapan Formula E seperti apa dan di lapangan seperti saya lihat saya kira untuk trek balapannya sudah siap," ujar Presiden dalam keterangannya usai peninjauan pada Senin (25/4/2022) sore didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Presiden diketahui berkeliling menggunakan mobil golf untuk meninjau proyek pembangunan tersebut.
Saat berkeliling, Presiden tampak sesekali berhenti untuk melihat langsung sirkuit yang telah selesai diaspal tersebut. Presiden pun berharap proyek pembangunan sirkuit Formula E dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
"Kemudian mungkin yang juga dikejar paddock dan untuk grand stand-nya, masih ada waktu untuk nanti habis Lebaran dan kita harapkan nanti di awal Juni kita bisa melihat balapannya," ungkapnya.
Sementara itu, Anies menyatakan bahwa pembangunan lintasan balapan Formula E sudah selesai seratus persen. Saat ini, proyek tersebut sedang menyelesaikan pembangunan sarana dan prasarana pendukung kegiatan Formula E.
"Sekarang yang sedang dalam proses pembangunan adalah, seperti kata Pak Presiden, paddock, grand stand, kemudian juga pagar. Nanti di atas beton-beton ini akan ada pagar yang itu untuk pelindung. Nah itu semua yang nanti akan dikerjakan, sama persiapan untuk fasilitas bagi tamu-tamu yang menggunakan holding di sebelahnya. Tapi secara umum treknya sudah seratus persen selesai," ucap Anies.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Bisnis PT Jakarta Propertindo (Perseroda) sekaligus Vice Managing Director Organization Committee Jakarta EPrix 2022, Gunung Kartiko mengapresiasi dukungan yang diberikan pemerintah pusat dalam ajang Formula E.
Diketahui, sirkuit Formula E tersebut memiliki panjang lintasan 2,4 kilometer dan lebar 12 kilometer. Sirkuit tersebut memiliki ciri khas dimana di beberapa tikungan terdapat kemiringan yamg memungkinkan setiap pembalap memiliki kecepatan yang lebih tinggi.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Perbandingan Tiket Formula E di Jakarta, Eropa, dan Amerika, Mana Paling Mahal?
-
4 Poin Pernyataan Presiden Joko Widodo Resmi Larang Ekspor CPO
-
Fakta-fakta Formula E: Harga Tiket, Pawang Hujan, Band Papan Atas hingga Food Festival
-
Presiden Jokowi Bakal Lebaran di Jogja, Sri Sultan HB X Salat Id di Keraton Yogyakarta
-
Pembiayaan Formula E yang Menggunakan APBD Disorot KPK, Wagub DKI: Silahkan Lakukan Pemeriksaan
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM