Suara.com - Task Force Energy, Sustainability and Climate (TF ESC) B20 terus memantapkan langkah menghasilkan rekomendasi kebijakan dalam Presidensi G20 Indonesia melalui pertemuan antar anggota bertajuk The Fourth Task Force Call Meeting yang diadakan secara daring pada Selasa, 24 Mei 2022 yang berpusat di Jakarta.
Dipimpin langsung oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati selaku Chair, pertemuan ini diikuti oleh sekitar 140 peserta yang terdiri dari Deputy Chair Task Force ESC Agung Wicaksono, Policy Manager Task Force ESC Oki Muraza, 8 Co-Chairs Task Force ESC B20 dan para anggota B20 yang berasal dari 19 industri dan 25 negara.
Pada pertemuan ke-4 ini, salah satu fokus pembahasan adalah penambahan aspek SDG’s dan Key Performance Indicator (KPI) ke dalam rekomendasi kebijakan.
“Berdasarkan hasil diskusi antara Task Force dan Dewan Pelaksana, telah disepakati bahwa seluruh Task Force B20 perlu mengaitkan tujuan-tujuan SDGs yang relevan dengan rancangan rekomendasi kebijakan serta menyusun KPI sebagai indikator pemantauan dalam rancangan kebijakan,” ujar Nicke.
Selain itu, Nicke juga kembali menyampaikan tujuan utama dari forum ini adalah untuk memastikan proses yang inklusif dalam penyusunan rekomendasi dan kebijakan di mana seluruh anggota Task Force memiliki kesempatan dalam menyampaikan pandangannya.
“Saya berharap, kita dapat bekerja sama dalam menyusun usulan kebijakan yang efektif dan dapat diimplementasikan serta mampu mewakili kepentingan komunitas bisnis dari negara anggota B20,” imbuh Nicke.
Manager Policy TF ESC B20, Oki Muraza selanjutnya menjelaskan beberapa usulan KPI dalam rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat menjadi indikator dalam memantau jalannya rekomendasi kebijakan, di antaranya peningkatan persentase energi terbarukan dari total pasokan energi global dan penciptaan lapangan pekerjaan yang berhubungan dengan energi bersih dan teknologi rendah emisi.
“KPI ini kami susun mempertimbangkan kebijakan yang telah dibuat pada presidensi B20 Italia dengan menambahkan beberapa aspek yang sejalan dengan rekomendasi kebijakan B20 tahun ini,” kata Oki.
Selain itu, rekomendasi kebijakan yang disusun dipastikan pula sejalan untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs), seperti terkait energy bersih yang terjangkau (SDG No. 7 Affordable and Clean Energy) dan terkait aksi iklim (SDGs No. 13 Climate Action).
Baca Juga: Rahmad Mas'ud Tunggu Laporan Pertamina Terkait Kebakaran Kilang Minyak: Belum Tahu Penyebabnya
Pada kesempatan yang sama, Deputy Chair TF ESC, Agung Wicaksono menjelaskan TF ESC masih memiliki 1 kali jadwal TF Call di bulan Juni 2022 sebagai momen untuk menyampaikan rekomendasi kebijakan final. Agung mengharapkan, dalam rentang waktu yang singkat ini, anggota TF dapat terus memberikan masukan dan pandangan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang berdampak dan dapat ditindaklanjuti oleh kepemimpinan G20.
Selain itu, Ia juga memaparkan beberapa kegiatan penting lainnya yang akan digelar TF ESC setelah pelaksanaan TF Call terakhir, antara lain B20/G20 Ministerial Dialogue pada bulan Juli 2022, Forum Investasi bertajuk “2nd Partners in Energy Transition” berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Forum Investasi “SOE Trade & Investment Forum” bekerja sama dengan Kementerian BUMN pada bulan September 2022 dan ditutup dengan pelaksanaan B20 Summit pada bulan November 2022.
Berita Terkait
-
Syarat Terbaru Pembelian Pertalite, Punya Mobil Mewah Nggak Boleh Beli
-
Pertamina dan PLN Rugi Besar, Said Didu: BUMN Bak Karpet Sembunyikan Sampah
-
Mau Jadi UMKM Binaan Pertamina? Cek di Sini Caranya
-
Rambah Pasar LNG Internasional, PGN Gaet Perusahaan Korea
-
Tanggap Bencana, Pertamina Salurkan Bantuan untuk Posko Banjir Rob Tanjung Mas Semarang
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
-
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
-
Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
-
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
-
Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026
-
Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan