Suara.com - PT Prospek Duta Sukses (PDS) yang merupakan entitas anak dari PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) dan PT Jagat Konstruksi Abdipersada (JKA) memulai konstruksi pembangunan apartemen Antasari Place lebih cepat dari jadwal, menyusul penandatanganan Kesepakatan Kerjasama (MoU) antara kedua belah pihak pada bulan April 2022 lalu. Hal tersebut merupakan wujud nyata komitmen keduanya untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu.
Seremoni dimulainya pembangunan konstruksi dengan acara syukuran digelar PDS yang dihadiri oleh jajaran manajemen INPP, JKA, para mitra Bank, mitra kerja lain dan pembeli Antasari Place. Acara dimulai dengan pembacaan doa bersama dan tausiah yang dipimpin oleh Habib Husein Ja’far Al-Hadar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, dan dilanjutkan dengan penekanan bel.
“Hari ini merupakan hari bersejarah bagi kami karena dapat memulai pembangunan Antasari Place yang telah dinanti oleh banyak pihak lebih cepat dari jadwal,” ungkap A.H Bimo Suryono, Direktur Utama PDS dalam keterangannya, Selasa (31/5/2022).
Lebih jauh Bimo mengatakan hal tersebut sangat penting dalam rangka menjaga komitmen perusahaan terutama untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat khususnya para pembeli atau pemilik unit apartemen.
“PDS sangat ketat menjaga timeline rencana konstruksi yang telah ditetapkan dan mengajak JKA secara bersama-sama memenuhi komitmen perusahaan untuk menyerahkan unit apartemen Tower I Antasari Place tepat waktu kepada para pembeli mulai dari Desember 2024. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya PDS untuk semakin dapat meyakinkan pembeli sekaligus untuk membuktikan komitmen dan keseriusan PDS dalam meneruskan menyelesaikan proyek yang ditinggalkan oleh Pemegang Saham lama tepat waktu,” ucap Bimo.
Pada acara yang sama JKA berkesempatan menjelaskan gambaran tahapan pembangunan kepada pembeli yang hadir sekaligus menyampaikan komitmennya untuk menjaga timeline pembangunan yang telah ditetapkan PDS. Tercermin dari telah terpasangnya peralatan-peralatan berat dan tower crane di lokasi proyek tidak lama setelah serah terima proyek dilakukan dari PDS kepada JKA.
Keseriusan PDS juga tercermin dari kualitas bangunan proyek ini. Patrick Rendrajaja, Direktur INPP & Chief Project Planning & Design Antasari Place mengatakan pihaknya hanya akan menggunakan material terbaik di proyek apartemen Antasari Place. Sedangkan untuk pemeliharaan dan pengelolaan Gedung, PDS bekerjasama dengan Cushman & Wakefield, yang sudah berpengalaman dalam bidang manajemen pengelolaan gedung.
Topping off Tower I direncanakan 12 bulan setelah pembangunan dimulai yaitu sekitar Juni 2023. Proses pembangunan Tower I dijadwalkan selesai dalam 30 bulan setelah pembangunan dimulai yaitu Desember 2024.
Baca Juga: Tips Menyewa Apartemen Aman dan Hemat
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri