Suara.com - Besarnya potensi perikanan di kawasan timur Indonesia, khususnya wilayah Papua, diharapkan semakin berkembang. Upaya ini yang tengah dilakukan Pemkot Sorong sekaligus Pemkab Raja Ampat bersama Aruna Indonesia dan PT Astra Internasional, membuat potensi perikanan Papua semakin dilirik dunia.
Salah satu bentuk mewujudkan potensi perikanan Papua, dengan dilakukannya pelepasan kontainer produk perikanan berlangsung di Mako Lantamal XIV Sorong, Papua Barat. Hal ini guna memenuhi permintaan pasar internasional.
Wali Kota Sorong Lambertus Jitmau mengungkapkan, kehadiran Aruna Indonesia dan Astra dirasa sangat membantu masyarakat khususnya nelayan. Bantuan terpenting, adanya pelatihan kepada nelayan untuk lebih dalam mengembangkan potensi perikanan
Harapannya ke depan, kata dia, potensi perikanan ini bisa lebih banyak manfaatnya bagi rakyat maupun negara.
"Kehadiran Aruna dan Astra, saya mohon dengan sangat bisa mengelola potensi kelautan ini sesuai standar, dan kelak akan diekspor ke luar negeri, dan ini bisa bermanfaat bagi negara dan masyarakat," kata Lambertus ditulis Selasa (7/6/2022).
Sementara itu, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati yang diwakilkan Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Raja Ampat, Ferdinand Rumsowek, menyebut pelepasan kontainer perikanan ini merupakan harapan yang kini terwujud.
Tentu, menurut dia, kenyataan ini tidak lepas adanya bantuan dari Aruna dan program Desa Sejahtera Astra (DSA). Apalagi luas Kabupaten Raja Ampat mencapai 46.000 Km persegi san 87 persen wilayahnya merupakan laut.
Sehingga banyak masyarakat di wilayah Raja Ampat yang hidup di pesisir kepulauan maupun pulau-pulau terpencil, menggantungkan dari sumber daya alam kelautan dan perikanan.
"Peristiwa ini bagi kami, bukan lagi mimpi di siang bolong, tetapi merupakan impian yang jadi kenyataan sebagai kabupaten bahari yang menentukan prioritas sumbangan sesuai kondisi dan karateristik daerah," ujar Ferdinan mewakili bupati Raja Ampat.
Baca Juga: Kuartal I 2022, Emiten Perikanan DFSI Catat Penjualan Rp162,9 Miliar
Pelepasan kontainer produk perikanan kemudian dikirim ke banyak negara besar. Seperti wilayah China, Amerika maupun Amerika Utara. Semua hasil ini merupakan tangkapan nelayan Aruna di wilayah Desa Sejahtera Astra, Raja Ampat, Papua Barat.
Co-Founder & Chief Sustainability Officer (CSO) Aruna Utari Octavianty mengatakan, pelepasan kontainer produksi perikanan sebanyak 14 ton ini membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di pasar global. Tentu yang paling membanggakan, hasil perikanan merupakan tangkapan nelayan asli Papua.
"Aruna akan terus membina masyarakat pesisir, untuk mampu bersaing di level global agar dapat meningkatkan taraf hidup mereka," kata Utari.
Untuk diketahui Aruna merupakan perusahaan supply chain aggregator perikanan asli Indonesia yang bertujuan memangkas rantai pasok produk perikanan dari nelayan kecil ke pasar dunia melalui teknologi.
"Sekitar lebih 14 ton produk perikanan seperti rajungan, kepiting, lobster, cumi dan ikan siap dikirim untuk memenuhi permintaan pasar global," ujar Utari mengungkapkan.
Manager CSR PT Astra International, Bima Krida Pamungkas mengungkapkan kolaborasi dengan banyak pihak di Papua, menambah deretan kesuksekan program DSA. Total ada empat desa di wilayah Raja Ampat tergabung DSA yang mayoritas masyarakatnya merupaka nelayan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI
-
Empat Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah saat Perang AS dan Israel vs Iran Berkecamuk
-
Kemenkeu Umumkan PMI Manufaktur Indonesia Pecah Rekor di Februari 2026
-
Harga Gas Eropa Meroket Usai Kilang Qatar dan Arab Saudi Lumpuh Pasca Serangan Iran
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Airlangga Wanti-wanti Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Iran
-
Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC PT Borneo Indobara
-
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Turun di Januari
-
Surplus Dagang RI Pada Januari 2026 Makin Ciut, Terendah Sejak 2021
-
Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot