Suara.com - Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed resmi mengerek suku bunga acuan mereka sebesar 75 basis poin (bps) atau 0,75 persen. Kenaikan suku bunga ini menjadi yang terbesar sejak 1994.
Kenaikan suku bunga acuan dalam jumlah besar ini sekaligus sinyal dari The Fed akan langkah agresif yang akan ditempuh untuk menahan inflasi di Amerika Serikat yang terus mendaki di luar perkirakan.
Kondisi ini pun sedikit membuat ancaman bagi sektor keuangan nasional. Ekonom Digital of Reform on Economic Piter Abdullah mengatakan kenaikan suku bunga The Fed yang begitu tinggi akan membuat spread yield surat-surat berharga akan menyempit dan berpotensi mendorong keluarnya modal asing.
"Kalau BI tidak segera menaikkan suku bunga acuan, saya perkirakan modal asing akan keluar, walaupun tidak besar karena porsi modal asing di dalam negeri memang sudah menurun," kata Piter saat dihubungi Suara.com, Kamis (16/5/2022).
Tapi yang jadi persoalan kata Piter ketika adanya aliran keluarnya modal asing, tentunya juga akan diikuti dengan tidak adanya aliran modal asing yang masuk. "Jelas kondisi ini akan menekan nilai tukar rupiah. rupiah bisa melemah, indeks harga saham pasti akan terkoreksi, harga SUN akan turun, pembiayaan fiskal akan sulit," katanya.
Sehingga dirinya menyarankan agar Bank Indonesia (BI) bisa segera memitigasi dampak yang akan timbul dengan naiknya suku bunga The Fed. Dikatakan Piter, BI juga harus ikut menyesuaikan kenaikan yang dilakukan The Fed.
"Jadi saya kira yang harus dilakukan oleh BI adalah segera melakukan penyesuaian suku bunga acuan menaikkan BI7DRR setidaknya 25 atau bahkan 50 bps," kata Piter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis