Suara.com - Dunia sepak bola tanah air Kembali bergeliat usai gelaran Piala Presiden yang berlangsung hingga 17 Juli 2022. Kompetisi ini semakin meriah melalui aktivasi BRImo Penalty Shoot yang diinisasi oleh BRI.
Peserta BRImo Penalty Shoot kali ini dipilih melalui lomba “Adu Gaya Menonton Pertandingan” di media sosial. Sebanyak 9 orang dinyatakan sebagai pemenang dan berhak untuk menendang penalti ke gawang para kiper legendaris Indonesia.
BRImo Penalty Shoot kali ini menghadirkan beberapa kiper legendaris sekaligus, mulai dari I Komang Putra, Muhammad Reza Pratama, Sahari Gultom, hingga Markus Horison. BRImo Penalty Shoot ini diselenggarakan pada laga semifinal hingga final.
Pemenang yang mampu mencetak gol ke gawang kiper legendaris bakal mendapatkan hadiah uang tunai Rp5 juta.
Malam ini, menjadi puncak perhelatan Piala Presiden antara Borneo FC dan Arema FC pukul 20.00 WIB. Di sela pertandingan, Markus Horison akan menjadi pengawal gawang BRIMo Penalty Shoot terakhir di kompetisi Piala Presiden tahun ini.
Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, aktivasi ini merupakan wadah bagi para pecinta sepak bola Indonesia untuk meningkatkan antusiasme kompetisi sepak bola di dalam negeri. Dikenal punya kultur sepak bola yang kental, Aestika menyebut BRI senantiasa mendukung kemajuan olahraga paling populer di Indonesia tersebut.
“Pecinta sepak bola di Indonesia saat ini sedang menyambut era baru mengingat pertandingan sudah bisa dihadiri langsung, kemeriahan juga masih bisa dirasakan melalui layar kaca. Antusiasme ini kami harapkan bertambah dengan BRImo Penalty Shoot yang kami inisiasi,” tambahnya.
Bank komersial tertua di Indonesia ini juga diketahui kembali mendukung ajang kompetisi BRI Liga 1 Musim 2022/2023. Menurut Aestika, dukungan berkesinambungan terhadap industri sepak bola ini diharapkan dapat menciptakan economic & social values yang tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
Di sisi lain, aktivasi BRImo Penalty Shoot ini menjadi media untuk mengkomunikasikan layanan dan produk BRI, khususnya layanan Digital Banking BRImo. Financial Super Apps milik BRI tersebut telah menjadi andalan 17,7 juta users-nya dan mencatatkan volume transaksi hingga Rp877 triliun per Mei 2022.
Baca Juga: PSIS Semarang Dipastikan Siap Arungi Liga 1 2022/23
Berita Terkait
-
Link Live Streaming Pertandingan Final Piala Presiden 2022 Borneo FC vs Arema FC, Simak JADWAL INDOSIAR Hari Ini Minggu 17 Juli 2022
-
Lewat Program BRI Peduli, Bank BRI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Ciledug
-
BRI Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Ciledug, Tangerang dan Garut
-
Cepat Tanggap Bencana Banjir, BRI Salurkan Bantuan ke Warga Ciledug, Tangerang & Garut
-
3 Alasan Borneo FC Lebih Berpeluang Juara Piala Presiden 2022
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai