- Pada Rabu (25/2/2026) rupiah dibuka melemah di Rp16.839 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
- Pelemahan rupiah disebabkan faktor global, khususnya pernyataan hawkish dari pejabat bank sentral Amerika Serikat (the Fed).
- Investor cenderung wait and see menjelang perundingan Iran dan Amerika Serikat dengan prediksi rentang pelemahan terbatas.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terus melemah pada pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (25/2/2026) dibuka Rp16.839 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah pun melemah 0,03 persen dibanding penutupan pada Selasa (24/2/2026) yang berada di level Rp16.829 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.830 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah terhadap dolar AS dikarenakan faktor global.
"Setelah beberapa pernyataan hawkish dari pejabat the Fed rupiah pun melemah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Untuk itu, rupiah masih akan megalami pelemahan. Sehingga, investor akan wait and see dalam perunding yang akan dilakukan Iran dan Amerika Serikat.
"Perlemahan mungkin terbatas, investor cenderung wait and see menjelang perundingan AS-Iran. Range 16.750-16.900," katanya.
Sementara itu, hampir seluruh mata uang di Asia menguat. Di mana, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terdalam di Asia setelah melonjak 0,33 persen.
Selanjutnya, ada peso Filipina yang menanjak 0,12 persen dan yen Jepang yang terkerek 0,08 persen. Disusul, baht Thailand yang melesat 0,07 persen.
Berikutnya, dolar Singapura dan won Korea Selatan yang sama-sama terangkat 0,05 persen. Lalu yuan China naik 0,05 persen dan dolar Hongkong yang menguat 0,02 persen.
Baca Juga: Rupiah Masih Berotot Hari Ini, Ditutup di Level Rp 16.829/USD
Sedangkan ringgit Malaysia berada satu level lebih baik dari rupiah setelah turun 0,03 persen terhadap the greenback.
Berita Terkait
-
Rupiah Terus Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.786
-
Emas Global ke Level USD 5.100, Dipicu Pelemahan Dolar dan Isu Larangan China
-
Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis di Senin Sore
-
Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp16.869
-
IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis