Suara.com - Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan akhir pekan lalu. Daya pikat safe haven emas mendapat dorongan karena USD (greenback) bergerak lesu menyusul inflasi USA melonjak lagi.
Kisaran harga saat ini tampaknya juga menarik tawaran beli terhadap emas batangan.
Mengutip CNBC, Senin (1/8/2022) harga emas di pasar spot naik 0,4 persen ke harga USD1.761,59 per ounce. Sedangkam harga emas berjangka AS naik 0,7 persen menjadi USD1.762,9.
Pengeluaran konsumen AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni, dengan inflasi bulanan melonjak paling tinggi sejak 2005. Dolar AS dengan cepat menyerah setelah rilis data tersebut, dan terakhir turun 0,3 persen, memungkinkan emas untuk memperluas kenaikannya.
"Pembalikan dolar, karena pasar menggali lebih dalam data, mendorong logam lebih tinggi lagi," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar di RJO Futures.
"Beberapa di antaranya bisa menjadi pembelian safe-haven, tetapi secara keseluruhan, itu hanya dorongan ke logam, yang cukup murah saat ini," tambah Pavilonis.
Emas masih terikat untuk penurunan bulanan keempat berturut-turut. Ini telah merosot lebih dari USD300 sejak naik melewati level USD2.000 per ons pada bulan Maret.
Hal ini terjadi karena The Fed memulai jalur kenaikan suku bunga yang cepat sementara dolar juga muncul sebagai perlindungan pilihan di tengah meningkatnya risiko resesi.
"Jika kita mendapatkan angka inflasi harga yang lebih bermasalah, The Fed harus lebih agresif," kata Jim Wyckoff, analis senior, Kitco Metals.
Baca Juga: Harga Emas Kembali Menguat di Tengah Ancaman Kontraksi Ekonomi
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak menghasilkan. Tetapi emas mendapat kelonggaran, memantul lebih dari 1 persen, dari persepsi sikap yang relatif kurang agresif dari Ketua Fed Jerome Powell pada hari Rabu menyusul perkiraan kenaikan 75 basis poin.
Sementara itu harga logam berharga lainnya, Perak naik 1,4 persen menjadi USD20,26 per ounce, platinum naik 0,8 persen pada USD894,88 dan paladium melonjak 2,2 persen menjadi USD2,122,58.
Berita Terkait
-
Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Terus Kini Dibanderol Rp982.000
-
Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp 982.000/Gram
-
Harga Emas Kembali Menguat di Tengah Ancaman Kontraksi Ekonomi
-
Update! Hari Ini Kamis 28 Juli 2022 Harga Emas Antam Naik Rp 12 Ribu
-
Harga Emas Antam Jadi Rp978.000/Gram pada Hari ini, Naik Rp12.000
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
Holding Mitra Mikro Perluas Inklusi Keuangan Lewat 430 Ribu Agen BRILink Mekaar
-
IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Purbaya Rotasi Pegawai Pajak usai OTT KPK, Kali Ketiga dalam Sebulan
-
Mendag Ungkap Harga CPO Hingga Batu Bara Anjlok di 2025
-
Meski Transaksi Digital Masif, BCA Tetap Gas Tambah Kantor Cabang
-
Belanja di Korsel Masih Bisa Bayar Pakai QRIS Hingga April 2026
-
Transaksi Digital Melesat, BCA Perketat Sistem Anti-Penipuan
-
BRI Perkuat CSR Lewat Aksi Bersih-Bersih Pantai Dukung Gerakan Indonesia ASRI