Suara.com - Berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon serta mendukung industri kendaraan listrik (Electronic Vehicle) dalam negeri, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) membeli dan akan mengoperasikan dua (2) unit Bus Listrik keluaran PT Mobil Anak Bangsa (MAB).
Bus Listrik tipe MD 12-E NF City yang akan digunakan sebagai kendaraan operasional bagi karyawan memiliki daya tempuh hingga 250 kilometer per sekali pengisian daya dan tidak memiliki emisi gas buang langsung sehingga lebih ramah lingkungan.
Penggunaan dua armada Bus Listrik ini dapat memotong konsumsi solar hingga 13.776 liter per tahun sehingga mereduksi emisi hingga 2.070 metrik kg karbon dioksida (CO2e).
Selain itu, dengan mengoperasikan Bus Listrik dari MAB ini, Chandra Asri dapat memangkas 25,1 metrik kg karbon monoksida (CO), dan menghilangkan keluaran limbah B3 berupa oli bekas.
Pembelian dua unit Bus Listrik MAB ini sejalan dengan komitmen Chandra Asri terhadap penerapan Environment, Social & Governance (ESG) dari aspek lingkungan untuk penghematan konsumsi energi dan pengurangan emisi karbon.
Pembelian dua unit Bus Listrik MAB dilakukan secara resmi melalui penandatanganan yang berlangsung pada Juli 2022 lalu di Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022.
Prosesi penandatanganan pembelian diwakili oleh Suryandi, Direktur Human Resources & Corporate Affairs Chandra Asri; Edi Rivai, Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri; Kelik Irwantono, Direktur Utama MAB; dan disaksikan oleh founder MAB, Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko.
“Chandra Asri bangga dapat bekerjasama dengan Mobil Anak Bangsa dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan target mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen di tahun 2030 sekaligus mempercepat penggunaan kendaraan listrik dalam negeri. Pengoperasian Bus Listrik dari MAB ini juga merupakan investasi bagi Perseroan karena dapat memberikan efisiensi dari segi biaya operasional. Program ini juga merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan Chandra Asri, dimana sebelumnya kami telah mengoperasikan 53 unit E-Forklift dan memanfaatkan panel surya sebagai pasokan alternatif listrik di warehouse untuk mengurangi emisi karbon di operasional kami,” kata Suryandi, Direktur Human Resources & Corporate Affairs Chandra Asri.
Kelik Irwantono, Direktur Utama MAB menyampaikan, pembelian dua unit Bus Listrik MAB hasil karya Bangsa Indonesia ini merupakan bentuk dukungan Chandra Asri terhadap hasil karya bangsa sendiri sekaligus kontribursi perseroan terhadap pengurangan emisi karbon.
Baca Juga: Bus Listrik Buatan Anak Negeri Digunakan di Industri Tambang
"MAB akan terus berkomitmen mengembangkan produk-produk kendaraan listrik, termasuk menghasilkan produk kendaraan listrik yang berkualitas untuk Indonesia yang semakin ramah lingkungan," kata Kelik.
Chandra Asri juga telah melakukan pengujian performa untuk mengkaji keamanan dan kenyamanan armada Bus Listrik. Hasilnya, Bus EV besutan dalam negeri ini memiliki fitur keamanan yang sangat memadai dan sesuai dengan standar keselamatan kerja Chandra Asri.
Bus Listrik MAB dilengkapi dengan teknologi Driver Safety Monitoring (DSM) yang dapat memberikan Driver Behavior Analysis untuk memantau perilaku pengemudi, serta teknologi TAM Fleet yang bisa memberikan peringatan jika kendaraan melaju melewati batas kecepatan.
Bus Listrik tipe MD 12-E NF City dari MAB memiliki kapasitas 51 tempat duduk dan direncanakan resmi beroperasi di Chandra Asri pada Januari 2023 mendatang.
Untuk mempersiapkan kehadiran armada Bus, Perseroan kini tengah mengkaji lokasi Pabrik Chandra Asri di Cilegon untuk menentukan lokasi fasilitas pengisian daya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur