Suara.com - Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI (ID Food) Frans Marganda blak-blakan penyebab kenaikan harga telur ayam ras. Menurut dia, kenaikan harga telur kemungkinan imbas dari adanya permintaan naik, termasuk rencana adanya penyaluran bantuan sosial atau Bansos yang ditambah.
Dengan kenaikan permintaan tersebut, jelas Frans, membuat pedagang yang menaikkan harga pokok penjualan (HPP) telur ayam.
Untuk diketahui, berdasarkan itu hargapangan.id, hari ini rata-rata harga telur ayam ras secara nasional dipatok sebesar Rp30.700/kg atau naik 0,82 persen.
"Untuk telur, ini dilema, sekarang kan isu bansos naik jadi permintaan telur naik harga naik sampai sekarang Rp33.000 yang seringkali mereka lakukan cover HPP di saat rugi. Jadi ini enggak bisa dipecahkan RNI sendiri kita akan ekosistem untuk bisa peningkatan produktivitas sepanjang tahun," ujar Frans saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/8/2022).
Namun demikian, tutur dia, upaya pedagang menaikkan harga ini bukan hanya untuk mendulang cuan, tetapi untuk menutupi harga telur ayam yang sempat anjlok.
"Jadi kadang-kadang sharing peternak mereka gunakan momentum ini bukan untuk mendapatkan keuntungan berlebih tapi untuk tutup kerugian sebelumnya, beberapa bulan lalu sempet anjlok Rp17 - Rp18 ribu jadi rugi besar. Jadi kalau ada siklus gini mereka bukan cari untung lebih," ucap dia.
Dalam hal ini, Frans memastikan ID Food akan berperan menurunkan harga telur ayam. Salah satunya dengan meningkatkan produktivitas jagung untuk pakan ternak. Sebab, porsi harga pakan jagung itu 50% dari ongkos produksi telur ayam.
"Jadi tujuan kita dorong swasembada jagung, produksi jagung agar harga lebih stabil untuk bisa bantu harga pakan lebih stabil. Beberapa bulan ini kan harga jagung enggak gejolak sepanjang tahun, makanya kami lagi naikkan produktivitas," kata dia.
Selain itu, tambah Frans, ID Food juga akan intervensi dengan membuat operasi pasar telur ayam yang berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Baca Juga: Harga Telur Ayam di Bengkulu Naik, Berkisar Harga Rp52 Ribu
"Kalau harga tinggi yang dilakukan itu nanti harus koordinasi dengan Kemendag untuk operasi pasar dan konsumen memang kita harus jaga keseimbangan supaya harga di peternak enggak jatuh dan harga di konsumen enggak mahal."
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!