"Penting bagi konsumen untuk memperhatikan berbagai ciri fisik galon AQUA. Pastikan air tampak bening, tidak berbusa, tidak berbau, terasa segar dan tidak memberikan rasa kesat. Terdapat tulisan AQUA timbul pada banda galon, terdapat model droplet (tetes air) pada bagian tutup galon yang harus selalu dalam kondisi tertutup," terang Yetti.
Terapkan Proses Produksi Ramah Lingkungan
Pabrik Danone-AQUA di Ciherang, Bogor, Jawa Barat menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan. Bahkan PT Tirta Investama, produsen air mineral dalam kemasan Aqua telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai Zero Waste yang merupakan upaya meminimalkan dan mengurangi pencemaran lingkungan hingga ke titik nol. Berbagai upaya yang dilakukan meliputi mengurangi emisi karbon, pengurangan konsumsi air dan meminimalkan limbah sampah yang dihasilkan oleh pabrik.
Kepala Site Plan Danone-AQUA Ciherang, Joko Prasojo menjelaskan, dalam upaya mengurangi emisi karbon, pabrik Danone-AQUA Ciherang telah menggunakan solar panel sebagai sumber listrik. Solar panel telah dibangun pada tahun 2017 lalu. Mengoptimalkan atap pabrik, solar panel mampu menghasilkan energi sebesar 770 KWp atau setara dengan 885.000 Kwh dalam satu tahun.
"Solar panel ini mengurangi konsumsi listrik kami sebesar 15 persen dan ini cukup menghemat (biaya) produksi. Solar panel ini juga mampu mengurangi CO2 sebesar 860 ton atau setara dengan pengurangan CO2 yang dihasilkan 15.000 pohon," tutur Joko.
Sementara terkait pengurangan konsumsi air, menurut Joko, pabrik Danone-AQUA Ciherang menjalankan program rainwater harvesting. Di mana, pabrik Danone-AQUA Ciherang memasang instalasi khusus untuk memanen air hujan pada kisaran rata-rata 201.000 liter sekali hujan. Air hujan kemudian dialirkan ke bak penampung untuk dimanfaatkan sebagai kebutuhan domestik, sedangkan sisanya (overflow) dimasukkan kembali ke dalam tanah.
Sedangkan terkait pengurangan limbah sampah, pabrik Danone-AQUA Ciherang menjalankan program Zero Waste to Landfill. Jadi perusahaan mengelola seminimal mungkin sampah yang dihasilkan oleh pabrik.
Berita Terkait
-
Pabrik AQUA Ciherang Terapkan Proses Produksi Ramah Lingkungan
-
AQUA Dukung ASEAN Para Games dengan Resmi Jadi Official Mineral Water
-
Ciri-Ciri Galon Oplosan dan Cara Membedakannya dengan Galon Asli AQUA, Jangan Sampai Tertukar
-
Produsen Lalai, AMDK Galon Isi Ulang Lagi-lagi Dipalsukan
-
Apa Ciri-ciri Galon Aqua Asli? Wajib Tahu Pasca Video Viral Segel Palsu
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia