Suara.com - Perkembangan teknologi yang pesat telah memberikan kesempatan yang begitu luas agar menghasilkan pundi-pundi pengasilan bagi setiap kelompok masyarakat, begitu juga untuk kalangan milenial atau generasi Z.
Tak bisa dipungkiri kemajuan teknologi menjadi salah satu penyokong lahirnya lapangan kerja baru. Salah satu yang saat ini digandrungi masyarakat Indonesia adalah menjadi konten kreator baik di YouTube, Tiktok, Instagram maupun di platform media sosial lainnya.
Dosen Digital Marketing Meithiana Indrasari mengatakan, setiap para pengguna internet dapat memanfaatkan akun media sosialnya untuk mendapatkan pengasilan baru, semisal menjadi konten kreator tentang pariwisata di Indonesia.
"Misalnya, dengan membuat konten menarik tentang Keindonesiaan baik dari segi budaya, kesenian, keanekaragaman hayati, maupun kekayaan alam," kata Meithiana dalam sebuah diskusi uang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui keterangan tertulis, Rabu (7/9/2022).
Menurut Meithiana para konten kreator luar negeri banyak yang datang ke Tanah Air hanya untuk membuat konten tentang keindahan alam Indonesia, semestinya para generasi muda hendaknya dapat meningkatkan semangatnya untuk dapat memproduksi.
"Contoh aksinya sebagaimana dikutip dari money.co.uk yang memberikan penghargaan Indonesia sebagai Negara terindah, dengan 45 gunung berapi, ada juga banyak pegunungan, terumbu karang, kawasan lindung, garis pantai yang panjang, hutan hujan, kemudian gletser. Ini kan modal konten untuk generasi muda,' jelas dia.
Sementara itu, Peneliti Jalin Institute Nurbaya mengatakan bahwa kehadiran internet merupakan anugerah yang harus disyukuri masyarakat.
Namun di sisi lain, internet dan media sosial justru bisa menjadi bencana apabila dalam penggunaannya mengesampingkan etika dalam berinteraksi di dunia digital.
"Meskipun kita memiliki hak untuk bebas berpendapat, namun tetap saja berlaku batasan jika mengganggu hak orang lain," katanya.
Baca Juga: Ini Syarat Wajib Laptop untuk Video Editing, Kreator Wajib Tahu!
Semisal kata dia dalam memproduksi konten, sejumlah pelanggaran yang perlu dihindari antara lain, melanggar kesusilaan, mengandung perjudian, ancaman dan pemerasan, pencemaran nama baik, serta penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
"Etika Hadir sebagai seorang bijak yang mengingatkan kembali bahwa hakikat teknologi adalah anugerah bagi manusia. Etika hadir ketika ditawarkan sebagai pedoman untuk menggunakan berbagai platform digital secara sadar, tanggung jawab, berintegritas dan menjunjung nilai-nilai kebajikan antar insan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%