Suara.com - Sejumlah program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digulirkan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah (Jateng) mendapat apresiasi dari warga di luar daerah. Salah satunya adalah implementasi program yang dinamai Kredit Lapak.
Kredit Lapak yang diinisiasi Ganjar Pranowo diapresiasi ratusan ibu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar) yang tergabung dalam Relawan Mak Ganjar. Mereka menilai, Kredit Lapak adalah solusi atas keresahan ibu-ibu, khususnya bagi pejuang ekonomi keluarga yang berdagang dan mempunyai usaha kecil.
Ribuan anggota Relawan Mak Ganjar di Kabupaten Sumedang menggelar doa bersama agar Indonesia dipimpin oleh sosok yang tepat pada 2024, yakni Ganjar Pranowo. Lewat Kredit Lapak, Relawan Mak Ganjar menilai, kepedulian Ganjar terhadap pengembangan ekonomi rumah tangga melalui kegiatan emak-emak sangat besar.
"Pak Ganjar sangat peduli kepada emak-emak. Terbukti hari ini Pak Ganjar mengeluarkan program Kredit Lapak khusus buat emak-emak," kata Koordinator Relawan Mak Ganjar Sumedang, Apriliyanti, di Desa Darmaraja, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar).
Program Kredit Lapak pertama kali diluncurkan Ganjar pada tahun 2021. Dengan menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Jateng, Ganjar memberikan plafon kredit kepada ibu-ibu sebesar maksimal Rp 2 juta dengan suku bunga rendah, yakni dua persen per tahun.
Awalnya, program Kredit Lapak adalah terobosan Ganjar untuk membantu pedagang ibu-ibu agar bangkit pasca-pandemi. Beberapa waktu lalu, Ganjar melakukan re-launching program ini untuk merespons penyesuaian harga BBM bersubsidi. Ganjar kemudian menaikkan plafon kredit ibu-ibu menjadi maksimal Rp25 juta dengan suku bunga yang sama.
Lebih jauh, Ganjar menyandingkan Kredit Lapak dengan program Kredit Mitra Jateng 25 khusus pelaku UMKM. Kredit Mitra Jateng 25 yang sebelumnya punya suku bunga 7 persen, kini Ganjar turunkan menjadi 3 persen dengan plafon kredit Rp25 juta.
"Makanya, dengan program Pak Ganjar ini sendiri sangat terlihat bahwa beliau sangat mengutamakan kemandirian ibu-ibu, terutama untuk meningkatkan ekonomi ibu-ibu," terang Apriliyanti.
Apriliyanti juga menilai Ganjar adalah sosok pemimpin yang humoris dan humanis. Selain itu, Apriliyanti menyebut Ganjar sangat tulus kepada masyarakatnya. Hal itu terlihat saat Ganjar berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Baca Juga: SMRC: Puan Belum Kompetitif, PDIP Capreskan Ganjar, Kemenangan Terbuka
"Pak Ganjar itu humoris, humanis, kemudian peduli terhadap emak-emak. Saya lihat profil Pak Ganjar dan momen Pak Ganjar bersama ibu-ibu juga sangat luar biasa. Pak Ganjar itu tulus untuk membantu, berbicara, bercanda, atau sekadar berguyon bersama masyarakat dan emak-emak," tutur Apriliyanti.
Apriliyanti mengaku, ada banyak harapan emak-emak di daerahnya kepada figur Ganjar Pranowo. Pemberdayaan ekonomi menjadi harapan utama mereka.
"Harapannya Pak Ganjar terus memiliki program yang menjurus kepada emak-emak, yang mendukung emak-emak. Bagaimanapun juga emak-emak itu salah satu pendorong perekonomian bangsa. Apalagi hari ini program Pak Ganjar mendorong emak-emak agar terus kreatif dan inovatif," sambungnya.
Pada acara doa bersama, Relawan Mak Ganjar mengundang sejumlah ustadz hingga tokoh masyarakat setempat. Relawan Mak Ganjar di Kabupaten Sumedang juga memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
Terkini
-
Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025
-
Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit
-
Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional
-
Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui
-
BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen