"Kita belum sampai 5 level mekanisasi. Level mekanisasi itu maksudnya adalah jumlah host power Alsintan yang bekerja di lahan 1 hektare. Amerika sudah di atas 15 bahkan 18, Jepang sudah 17, negara tetangga kita juga sudah cukup bagus. Jadi kita ini masih di bawah 5, sehingga bisa dibilang efisiensi usaha tani padi kita memang masih agak besar, masih agak tinggi," ujarnya.
Menurutnya, salah satu penyebab mekanisasi belum maksimal adalah karena alsintan belum bekerja semuanya.
"Masih banyak petani kita panen yang manual, tanam manual, mengolah tanah masih ada yang pegang cangkul. Padahal alsintan ada, traktor roda 4 roda 2 ada dan pemerintah tentu dengan anggaran yang ada kita sudah gelontorkan sudah jalankan. Tapi dengan program taksi alsintan merah putih, kita berharap ada percepatan mekanisasi pertanian kita semakin hebat, itu yang kita harapkan," ujarnya.
Ali berharap perbankan bisa turut membantu menaikkan level mekanisasi melalui kemudahan uang muka.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengapresiasi yang dilakukan petani. Karena punya panen yang baik, hasil berlebih.
"Tadi saya dengar 16 ton per hektare, itu bagus sekali petani bawang merah. Kami menjaga ketahanan pangan dengan 35 ribu hektare. Lahan ini kami lindungi demi ketahanan pangan. Tanah itu akan tetap jadi lahan pertanian," ujarnya.
Berita Terkait
-
Gerakan Komite Bersama Aksi Hari Tani Nasional Nilai Rezim Jokowi Tidak Pro Rakyat
-
Mentan: Program JUT Dorong Sektor Pertanian Berkembang Pesat
-
Dorong Ekspor, Kementan Perbaharui Daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan
-
Mentan SYL Ajak Dunia Implementasikan Pertanian Digital di Forum AMM G20
-
Kementan Dorong Produktivitas Pertanian dan Pemulihan Ekonomi dengan Program Jalan Usaha Tani
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg
-
Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!