Suara.com - Eropa bersiap untuk menghadapi krisis yang lebih mengkhawatirkan pada tahun 2023 nanti usai menghabiskan pasokan tangki gas alam mereka untuk melewati dinginnya musim dingin ini.
Kepala Badan Energi Internasional (IEA) pada Rabu (5/10/2022) lalu juga menambahkan, negara-negara Eropa telah mengisi tangki penyimpanan hingga sekitar 90 persen dari kapasitas mereka setelah Rusia memotong pasokan gas sebagai tanggapan atas sanksi Barat yang dijatuhkan atas invasinya ke Ukraina.
Meski harga gas kini sudah mulai menurun. Namun, hal ini berpotensi hanya sebentar karena negara-negara bersaing untuk membeli gas alam cair (LNG) dan alternatif lain untuk pengiriman pipa Rusia.
Saat ini Uni Eropa sedang mempertimbangkan pembatasan harga gas, sebuah masalah yang telah memecah blok 27 negara itu karena beberapa negara khawatir hal itu dapat mempersulit mengamankan pasokan.
"Dengan penyimpanan gas hampir 90 persen, Eropa akan bertahan pada musim dingin mendatang dengan hanya beberapa memar selama tidak ada kejutan politik atau teknis," kata Direktur eksekutif IEA yang berbasis di Paris, Fatih Birol.
Tantangan nyata yang dihadapi Eropa, yang secara historis mengandalkan Rusia untuk sekitar 40 persen dari pasokan gas alamnya, akan dimulai pada Februari atau Maret ketika penyimpanan perlu diisi ulang setelah permintaan musim dingin yang tinggi telah mengurasnya hingga 25-30 persen.
"Musim dingin ini sulit tetapi musim dingin berikutnya mungkin juga sangat sulit," kata Birol kepada wartawan di Finlandia.
Sejumlah negara di Eropa kini tengah bergerak untuk melindungi konsumen mereka terhadap dampak kenaikan harga energi yang semakin tinggi.
Jerman, contohnya, mereka mensubsidi tagihan listrik tahun depan dengan membayar di bawah 13 miliar euro (12,8 miliar dolar AS) terhadap biaya penggunaan yang dibebankan oleh empat perusahaan jaringan transmisi tegangan tinggi (TSO).
Baca Juga: Rusia Wanti-wanti Adanya Friksi usai AS Umumkan Paket Bantuan Militer untuk Ukraina
Biaya tersebut merupakan bagian dari tagihan listrik, terhitung sekitar 10 persen dari biaya keseluruhan untuk pelanggan ritel dan sepertiga untuk perusahaan industri di sektor seperti baja atau bahan kimia.
Intervensi Berlin menstabilkan biaya, yang jika tidak akan meningkat tiga kali lipat mengingat harga listrik grosir yang tidak terkendali dan meningkatnya biaya operasional untuk TSO, kata menteri ekonomi Jerman Robert Habeck.
Sampai perang Ukraina pecah pada akhir Februari, pipa Nord Stream 1 di bawah Laut Baltik dari Rusia ke Jerman adalah salah satu sumber utama gas Eropa barat.
Nord Stream 1 terdiri dari dua jalur terpisah seperti halnya Nord Stream 2, yang diisi dengan gas, tetapi tidak pernah diizinkan untuk mengirimkan pasokan ke Eropa karena Jerman menangguhkan otorisasi sebelum Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.
Tiga dari empat saluran telah dinonaktifkan oleh apa yang dikatakan Barat dan Rusia sebagai sabotase yang menyebabkan kebocoran besar dan pihak berwenang Denmark mengatakan saluran keempat sedang tertekan pada Selasa (4/10/2022).
Berita Terkait
-
3 Fakta Menarik dan Hasil Liga Champions Eropa Grup E hingga H Matchday ke-3
-
Uni Eropa Dorong Investasi Pada Industri Game
-
Jokowi: Perang yang Berkelanjutan akan Mengakibatkan Krisis Dunia yang Berkelanjutan
-
Mengenang Tragedi Luzhniki, Insiden Berdarah yang Dicap Sebagai Chernobyl-nya Sepak Bola
-
Rusia Wanti-wanti Adanya Friksi usai AS Umumkan Paket Bantuan Militer untuk Ukraina
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Janji Percepat Bangun Huntara, Menteri PU: Tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda Saat Ramadan
-
Penjelasan Kelola Dana Negara Rp200 T, Tegaskan Menkeu Tertipu Bank Himbara Hoaks
-
Berita Soal Rp200 Triliun Menguap Dipastikan Hoaks, Kemenkeu dan BRI Jamin Dana Aman
-
Begini Spesifikasi Huntara di Aceh Tamiang untuk Korban Bencana
-
Impor Tapioka Masih Tinggi, Pengusaha: Bukan Karena Stok Kurang, Tapi Harga Lebih Murah
-
5 Fakta Isu Menteri Keuangan Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun
-
Rencana Peleburan Bulog-Bapanas Masih Proses Pembahasan
-
Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks
-
Bansos PKH, BPNT dan BLT Tahap 1 Cair Februari 2026, Ini Cara Cek di HP Pakai NIK KTP
-
Gubernur Target Bank Jakarta Segera IPO Saham, Ini Persiapannya