Sesi terakhir di panggung Future is Female bertemakan ‘How to Gain A Respected Position in A Patriarchal Culture.’ Untuk membahas topik tersebut, sesi ini dihadiri oleh tiga pembicara dari berbagai bidang yang berhasil menempati posisi strategis di sektornya masing-masing yaitu Pilot Perempuan Garuda Indonesia Tania Artawidjaya, Founder
Queenrides Iim Fahima Jachja, dan Secretary General Asian Federation of Psychiatric Associations Nova Riyanti Yusuf. Sesi ini membuka wawasan bahwa budaya patriarki dan seksisme sudah ada sejak dahulu. Pemerintah, masyarakat, karier, pendidikan, kapitalisme, hingga perempuan itu sendiri ikut andil melestarikan budaya patriarki. “Di Indonesia, ada kesempatan bagi perempuan untuk unjuk gigi, tetapi ada bidang-bidang yang budaya patriarkinya masih kental.” ungkap Nova. Oleh karena itu, perempuan mesti memiliki self-motivation dan support system yang baik, misalnya pasangan, untuk menentang budaya patriarki dan menjadi versi terbaik dirinya.
Itu lah keseruan IMGS selama dua hari yaitu 29-30 September 2022. Sejak hari pertama, IMGS 2022 telah menyuguhkan banyak sesi dengan berbagai topik yang relevan untuk Millennial dan Gen-Z. Banyak pejabat publik, pemimpin di sektor privat, hingga anak muda berprestasi di bidang olahraga dan industri kreatif yang hadir dan dengan senang hati membagikan pengalaman mereka untuk memotivasi anak muda. Diharapkan acara ini dapat menjadi salah satu sarana mempercepat bangkitnya Indonesia pasca pandemi sekaligus mewujudkan Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045.
Berita Terkait
-
Efek Besar Anies Baswedan Capres 2024, Pemilih Gerindra di Ranah Minang Diprediksi Migrasi ke Partai NasDem
-
Geger Video KPK Geledah Rumah Sekjen PDI Perjuangan Temukan Uang Rp50 Miliar, Begini Faktanya
-
Riyanta Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya pada 2024 Sebaik-baiknya
-
Indeks Demokrasi di Lampung Tahun 2021 Naik, Modal Baik Jelang Pemilu 2024
-
Relawan Anies Gerilya Hingga ke Desa, Bentuk Posko Saksi Demokrasi Melibatkan Warga
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari