Suara.com - Yayasan Lingkar Sehat Indonesia bekerjasama dengan FundEx Sharia menerbitkan Sukuk Klinik Utama Panacea dengan kupon tetap atau fixed sebesar 18% dengan target dana yang dihimpun sebanyak Rp5 miliar. Sukuk ijarah ini untuk membantu membiayai pengadaan alat-alat kesehatan penunjang layanan medical check up, operasi katarak dan hemodialisa di Klinik Utama Panacea Batam.
Penjualan Sukuk Klinik Utama Panacea dilakukan secara daring di www.fundex.id, di mana penawarannya berbentuk wakafestasi. Wakafestasi merupakan integrasi antara investasi sukuk dengan wakaf.
"Jadi, wakafestasi memberikan pengalaman baru bagi wakif dan investor di mana mereka dapat berwakaf sekaligus berinvestasi dalam satu transaksi," tutur CEO FundEx, Agung Wibowo.
Sukuk Klinik Utama Panacea diterbitkan dengan akad ijarah. Dengan begitu, atas penerbitan sukuk ijarah tersebut, Klinik Utama Panacea Batam mengalihkan hak manfaat objek ijarah kepada investor, dan investor yang diwakili oleh FundEx Sharia sebagai Penyelenggara menerima hak manfaat objek ijarah berupa fixed asset milik Klinik Utama Panacea Batam yang sudah ada dengan jenis dan spesifikasi yang jelas, yaitu berupa nilai manfaat bangunan dan layanan Klinik Utama Panacea Batam.
Adapun minimum transaksi pembelian Sukuk Klinik Utama Panacea adalah senilai Rp 500.000 dengan kelipatan selanjutnya adalah Rp100.000. Adapun Sukuk Ijarah ini akan berjalan dalam jangka waktu 24 bulan dengan porsi bagi hasil 18% per tahun. Pembayaran bagi hasil akan dilakukan setiap 6 bulan sekali.
Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia, Imam Teguh Saptono menjelaskan, nominal yang diwakafkan tergantung dari kesanggupan investor. Tidak ada syarat dan ketentuan khusus berapa nominal yang harus diwakafkan.
"Tidak ada ketentuan berapa yang harus diwakafkan. Kita bebasin semuanya ke investor, tapi masa dari 18% return yang di dapat, masa iya diambil semua, sebagiannya boleh dong diwakafkan," tutur Imam.
Asal tahu saja, dana investasi akan ditampung oleh FundEx Sharia untuk kemudian diserahkan kepada Klinik Utama Panacea Batam, jika pendanaan telah terpenuhi. Sementara dana wakaf akan dihimpun dan dikelola oleh nazhir Yayasan Lingkar Sehat Indonesia, di mana keuntungan atau imbal hasil dari wakaf sukuk tersebut akan disalurkan kepada mauquf ‘alaih atau penerima manfaat wakaf.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lingkar Sehat Indonesia, Wahyu Prabowo menjelaskan, Wakafestasi merupakan pengembangan dari konsep blended finance di mana dilakukan penggabungan antara social finance berupa wakaf produktif dan commercial finance yaitu investasi syariah, dengan tujuan memberikan manfaat yang berkelanjutan untuk umat.
Baca Juga: BRI Berperan Sebagai Mitra Pemerintah dalam Memasarkan Produk SBN
"Konsep wakafestasi mengusung semangat beramal dengan wakaf produktif dan semangat berinvestasi dengan produk-produk investasi syariah sehingga kelak tercipta ekosistem pendanaan dan investasi yang berkah dan berdampak nyata," tutur Wahyu Prabowo.
Wahyu menambahkan, wakaf produktif adalah skema pengelolaan dana wakaf dengan memproduktifkan dana tersebut melalui instrumen investasi misalnya sukuk atau saham, hingga mampu menghasilkan profitabilitas yang berkelanjutan untuk umat.
Berita Terkait
-
Jalin Kerja Sama dengan BWI, IPB Investasikan Wakaf Rp200 Miliar di Sukuk Wakaf
-
Diburu Investor, BRI Catat Pemesanan SR017 Mencapai Rp1,01 Triliun
-
Pemesanan SR017 Melalui BRI Lampaui Target
-
Berhasil Lampaui Target, Pemesanan SR017 Lewat BRI Tembus hingga Rp1,01 Triliun
-
SR017 Laris Manis, BRI: Bukti Kesadaran Masyarakat tentang Investasi Makin Meningkat
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian