Suara.com - Indodax kembali menggelar trading competition secara rutin. Pelaksanaan lomba trading ini merupakan wujud komitmen Indodax untuk terus menyebarkan edukasi dan literasi kepada khalayak mengingat investor kripto yang makin bertambah setiap harinya.
CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, edukasi dan literasi merupakan hal yang dibutuhkan Indonesia sekarang. Indodax terus melakukan edukasi dan literasi keuangan digital dan bisa dikatakan platform kripto yang paling aktif melakukan hal ini.
Menjadi pelaku industri dalam bidang kripto dan blockchain, Oscar pun mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi sejak awal Indodax berdiri sampai sekarang yaitu mengenai edukasi.
“Dengan adanya trading competition yang sudah kami selenggarakan tiga kali berturut turut di tahun ini, merupakan salah satu bentuk kita mendukung literasi keuangan digital berupa edukasi dan kompetisi. Diharapkan program rutin ini menjadi Salah satu program yang dapat meningkatkan edukasi serta literasi terkait kripto,” jelas Oscar.
Tidak hanya itu, Indodax Trading Fest Oktober 2022 juga menjadi wadah untuk membernya agar dapat memiliki kesempatan besar memenangkan hadiah ratusan juta rupiah sekaligus berlatih meningkatkan skill trading kripto nya.
Hal ini untuk mendukung bagaimana melakukan manajemen keuangan dengan baik dan juga perkenalan lebih jauh dengan aset kripto yang mengadopsi teknologi blockchain.
"Kegunaan blockchain sekarang sudah semakin dekat dengan masyarakat. Teknologi blockchain yang menerapkan transparansi sangat cocok digunakan di banyak macam industri. Adanya ekosistem baru di dunia blockchain seperti DeFi dan Metaverse. Terutama pelajaran memanajemen keuangan yang baik lewat lomba trading seperti yang rutin kami lakukan saat ini," jelasnya.
Dari segi kepesertaan, Indodax Trading Fest Oktober 2022 memiliki beberapa peraturan dan syarat yang cukup berbeda dengan gelaran trading competition yang diselenggarakan bulan Agustus lalu.
“Berbeda dengan Indodax Trading Fest 2022 yang diselenggarakan di bulan Agustus, Indodax Trading Fest Oktober 2022 mengklasifikasikan pserta ke dalam tiga kategori yaitu kategori Individu, kategori Indodax Prioritas, dan juga peserta pemenang favorit. Bagi para peserta yang ingin mengikuti Indodax Trading Fest Oktober 2022, peserta harus memastikan sudah terdaftar dan terverifikasi di Indodax melalui proses KYC menggunakan KTP," jelas Oscar.
Baca Juga: Alasan Mengapa Karir di Dunia Blockchain dan Web3 Menjadi Fondasi Ekonomi Global di Masa Depan
"Untuk penentuan pemenang, Tim Indodax akan memilih tiga Pemenang dari kategori individu dan tiga pemenang dari kategori prioritas yang akan ditentukan berdasarkan besarnya volume trading beserta satu pemenang kategori favorit yang ditentukan berdasarkan return of investment (ROI). Perhitungan trading volume dan ROI berlaku untuk trading aset kripto apapun yang diperdagangkan di Indodax dengan pairing Rupiah (IDR), dan tidak termasuk pada kripto berbentuk stablecoin,” tutup Oscar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI