Bisnis / Inspiratif
Senin, 10 Oktober 2022 | 18:20 WIB
Ilustrasi Keamanan Instalasi Listrik. [Pinterest]

Suara.com - Schneider Electric melalui Schneider Electric Electrical Education Program & Competition (EEPC), program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk pengembangan kompetensi para calon ahli listrik Indonesia, mengajak para generasi muda menyalurkan ide-ide kreatif dalam mencari solusi yang dapat meningkatkan keselamatan diri dan orang-orang terdekat dari bahaya listrik dengan perangkat arus residual RCD.

Distribution Vice President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, M Farhan Lucky, mengatakan, transformasi pabrik pintar, kendaraan listrik, smart grid, bangunan pintar, smart hospital, energi baru terbarukan, merupakan masa depan dunia yang akan membutuhkan tenaga ahli kelistrikan yang terampil.

"Pelatihan dan pembekalan pada program EEPC menekankan pada kemampuan problem solving, strategic thinking, analisa data, dan pengenalan pada pengoperasian berbagai software yang diterapkan industri saat ini. Tujuannya untuk melengkapi ilmu yang diperoleh di sekolah dengan wawasan dan ilmu praktis yang diterapkan di industri," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/10/2022).

Tidak hanya ilmu baru di bidang kelistrikan, materi pembelajaran juga memfokuskan pada keamanan instalasi listrik mengingat kasus kebakaran akibat korsleting listrik terus meningkat.

Di akhir program, Schneider Electric dan Kemendikbud Ristek menggelar kompetisi yang mengangkat tema Pentingnya Keselamatan Kita dan Keluarga dengan Perangkat Arus Residual RCD.

"Kasus kebakaran belakangan ini terus meningkat. Di DKI Jakarta saja menurut catatan Damkar hingga September 2022 ini tercatat 1.197 kasus dan penyebab utamanya kebanyakan akibat korsleting listrik atau masalah arus pendek listrik," kata Farhan.

"Kompetisi EEPC kali ini, kami menyediakan platform bagi teman-teman SMK untuk mengeksplorasi ide kreatifnya untuk mencari solusi dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik," tambah dia.

Adapun, sekitar 7102 siswa/i dan guru dari 103 SMK jurusan kelistrikan mengikuti sesi pelatihan dan pembekalan secara online selama 3 minggu yang berlangsung pada 18 Agustus hingga 1 September 2022 lalu.

Sekitar 1.446 peserta atau 541 grup mengikuti kompetisi EEPC ini, dan menjadikan kompetisi kali ini sebagai Kompetisi Kelistrikan oleh Siswa SMK Terbanyak versi MURI.

Baca Juga: Kemenkominfo Dorong Generasi Muda Maluku-Papua Menggunakan Internet dengan Kreatif dan Aman

Load More