Suara.com - Pemanfaatan open finance dinilai mampu mempercepat transformasi digital perbankan di tengah perkembangan pesat teknologi digital di Indonesia.
"Open finance dapat menjadi jembatan antara industri perbankan dan fintech untuk mempercepat inovasi dan inklusi keuangan di Indonesia, sehingga perusahaan perbankan dapat meningkatkan layanan pembiayaan maupun fee-based income yang lebih luas," kata Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira.
Open finance adalah praktik berbagi data yang memungkinkan pengguna untuk berbagi data keuangan mereka dengan pihak ketiga melalui application programming interface (API).
Open Finance memungkinkan bank untuk melakukan digitalisasi layanan yang terjamin keamanannya.
Menurut Bhima, untuk perbankan konvensional, digitalisasi layanan menjadi salah satu cara untuk dapat terus bergerak maju dan bersaing memenuhi kebutuhan masyarakat. Terutama di wilayah yang sulit terjangkau.
Sementara bagi nasabah tentu dampaknya terhadap akses layanan keuangan yang semakin beragam sesuai kebutuhan.
Sehingga, regulasi terkait open finance diharapkan dapat segera diterbitkan untuk mendukung pengembangan industri jasa keuangan secara luas.
Dukungan terhadap blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, salah satunya melalui penerapan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP). Implementasi SNAP merupakan salah satu tahapan penting dalam mengakselerasi open finance, terutama di area sistem pembayaran.
"Meskipun demikian, diperlukan aturan tambahan yang berisi hak dan kewajiban berbagai pihak, baik pengguna, pihak ketiga, maupun masyarakat. Aturan tersebut juga harus berisi sanksi-sanksi apabila terjadi pelanggaran," ungkap Bhima, dikutip dari Antara.
Baca Juga: Shop for Free dari BRI Bulan Ini Mampu Menarik Antusiasme Tinggi Nasabah
Bhima menjelaskan, Bank Indonesia sudah mendorong penerapan open finance melalui SNAP. Namun, keberadaan SNAP harus didukung oleh regulasi baru yang sifatnya lebih mengikat dan memiliki konsekuensi hukum.
"Keberadaan aturan yang jelas dan mengikat akan membuat institusi keuangan atau perbankan lebih leluasa dalam mengimplementasikan open finance dan memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menggunakan layanan tersebut. Kami mendukung agar Peraturan OJK terkait open finance segera dirilis sehingga implementasi open finance di Indonesia dapat berjalan dengan lancar," kata Bhima.
Brankas, salah satu penyedia layanan open finance, juga mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam mengimplementasikan sistem open finance di Indonesia secara menyeluruh.
Country Manager Brankas di Indonesia, Husni Fuad berpendapat, open finance membantu bank mempercepat digitalisasi layanan sekaligus meningkatkan penetrasi layanan konsumen secara merata.
"Sejak hadir di Indonesia, Brankas telah memiliki ekosistem produk API terluas yang menjadi pilar utama bagi sebuah bank, yaitu data, sistem pembayaran, dan inovasi produk baru berbasis digital. Kami juga melihat potensi besar dari pengembangan open finance di Indonesia yang memiliki peran krusial dalam membantu mempercepat digitalisasi perbankan," kata dia.
Husni juga menjelaskan penerapan open finance secara menyeluruh akan mendorong efisiensi sistem pembayaran berbasis digital dalam perbankan.
Berita Terkait
-
Harga BBM Naik, Hampir Semua Sektor Merasakan Dampaknya
-
Nilai Transaksi Digital Banking Tembus Rp 4.359,7 Triliun
-
Sebanyak 900 Nasabah dan Key Opinion Leader Terpilih untuk Belanja Gratis di 18 Merchant
-
BRI Hadirkan Shop for Free untuk Memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77
-
Shop for Free dari BRI Bulan Ini Mampu Menarik Antusiasme Tinggi Nasabah
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Maskapai Berbiaya Rendah Asal Vietnam Goda Pelancong RI Dengan Tiket Murah
-
BEI Gembok Dua Saham dan Buka Lagi Emiten Ini, Siapa Saja?
-
Keponakan Prabowo Pastikan, Terpilihnya Jadi Deputi Bank Indonesia Sesuai Proses Undang-undang
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, BUMI dan PTRO Jadi Saham Rekomendasi Analis
-
Menperin Agus: Manufaktur Pecah Rekor 14 Tahun, Tumbuh 5,58 Persen Lampaui Ekonomi Nasional
-
Harga Emas Naik Lagi, Hari Ini di Pegadaian Sudah Tembus Level Rp3 Juta
-
Kemenkeu Siapkan 8 SBN Ritel di 2026, Target Raup Dana Rp 170 Triliun
-
Jelang Ramadan, Pemerintah Diminta Percepat Belanja Negara Guna Stimulasi Kredit
-
Kemenkeu: Investor SBN Ritel 2025 Didominasi Kalangan Perempuan
-
Profil Neta Auto, Perusahaan Mobil Listrik yang Stop Operasi di Indonesia